Harga Cabai Meroket, Pembibit Ikutan Full Senyum

64
Berlimpahnya Pesanan Bibit Cabai di Banyuwangi Menyemarakkan Usaha Pembibitan Cabai

BANYUWANGI – Dalam tengah-tengah naiknya harga cabai rawit yang mencapai puncaknya dengan menyentuh angka 95 ribu rupiah per kilogram di pasaran, sektor pembibitan cabai di Banyuwangi justru mengalami keceriaan. Lonjakan harga cabai yang tinggi tersebut ternyata turut berdampak positif pada sektor usaha pembibitan cabai di daerah ini.

Dwiliyanto, seorang pembibit cabai yang berasal dari Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, merasakan dampak positif tersebut. Sejak melambungnya harga cabai rawit, omzet penjualannya ikut terkerek naik. Kondisi tersebut dirasakannya sejak bulan Oktober beralih ke bulan November.

“Dari catatan buku penjualan, tercatat 30 ribu pesanan benih sudah masuk dalam radar pemesanan konsumen. Jumlah itu belum termasuk pesanan dari partai eceran. Bila dipersentase, kenaikan pesanan mencapai 50 persen dibandingkan sebelum terjadinya kenaikan harga cabai,” ungkap Dwiliyanto dengan senyuman.

Menurutnya, kenaikan pesanan ini disebabkan oleh minat petani untuk menanam cabai tinggi, terutama menjelang musim penghujan pada bulan November dan Desember. Kondisi ini membuat Dwiliyanto mengakui bahwa dirinya kewalahan menghadapi tingginya pesanan benih cabai. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, ia bahkan sampai menambah jumlah karyawan dan memberlakukan jam tambahan atau lembur.

Bukan hanya Dwiliyanto, sejumlah pembibit tanaman cabai di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, juga merasakan lonjakan pesanan yang signifikan seiring dengan melonjaknya harga cabai. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya minat petani untuk menanam cabai, karena mereka ingin ikut merasakan keuntungan saat harga sedang tinggi.

Mereka yang bergerak di sektor pembibitan cabai di Banyuwangi sepertinya sedang menikmati momen cerah dalam usaha mereka. Lonjakan pesanan yang signifikan memberikan harapan baru untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan produksi benih cabai di daerah ini. Semangat para petani untuk ikut serta dalam menanam cabai juga menjadi dorongan positif dalam menghadapi tantangan dan peluang di tengah perubahan harga di pasar.