Empat Pria di Sidoarjo Gagahi Pelajar SMA

43
Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Kapolresta Sidoarjo, Ungkap Kasus Pencabulan Siswi SMA dengan 4 Pria

SIDOARJO – Seorang siswi kelas 2 SMA di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami kisah mengerikan ketika ia diduga dicabuli dan disetubuhi oleh empat pria setelah sebelumnya dipaksa minum minuman keras di sebuah kamar kos. Ironisnya, tiga dari empat pelaku tersebut tercatat sebagai pelajar sebuah SMA di Sidoarjo, dengan salah satunya bahkan adalah teman korban.

Pria berinisial E.A.I berusia 19 tahun, yang merupakan warga Sidoarjo Kota, kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. Bersama tiga pelaku lainnya yang masih berstatus sebagai pelajar kelas 2 SMA swasta di Sidoarjo, mereka diduga melakukan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan terhadap seorang siswi berusia 17 tahun, siswi sebuah SMA di Sidoarjo.

Hasil pemeriksaan polisi mengungkap bahwa sebelum melakukan tindakan bejat tersebut, pelaku-pelaku tersebut telah mengadakan pesta minum minuman keras di sebuah kamar kos di kawasan Sidoarjo Kota. Mereka memaksa korban untuk ikut minum miras jenis arak hingga korban mabuk.

Setelah korban dalam kondisi mabuk karena minuman keras, mereka kemudian mencabuli dan menyetubuhi korban. Kejadian tersebut tidak hanya terjadi di atas tempat tidur kamar kos, melainkan juga di kamar mandi saat korban dimandikan oleh para pelaku, karena korban muntah akibat minuman keras ketika berada di dalam kamar kos.

Aksi bejat para pelaku ini akhirnya terungkap setelah korban melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, yang kemudian melanjutkan dengan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Meskipun tiga dari empat pelaku masih di bawah umur, polisi menegaskan bahwa proses hukum akan tetap dilanjutkan terhadap mereka.

E.A.I, pelaku utama dalam kasus ini, dan ketiga rekannya saat ini telah diamankan di sel tahanan Polresta Sidoarjo untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini menjadi sorotan di Sidoarjo, Jawa Timur, yang mencerminkan urgensi penegakan hukum terhadap kasus kejahatan seksual, terutama yang melibatkan korban di bawah umur.

Sementara itu, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Kapolresta Sidoarjo, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memastikan bahwa kasus ini akan ditangani secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap anak-anak mereka dan perlunya kesadaran bersama dalam melindungi generasi muda dari potensi bahaya serupa.