spot_img
Minggu, Maret 15, 2026
Beranda Jawa Timur Detak Kehidupan dari Balik Tenda Biru, Dukungan Ribuan Makanan Siap Saji di...

Detak Kehidupan dari Balik Tenda Biru, Dukungan Ribuan Makanan Siap Saji di Masa Kedaruratan

306

Surabaya – Enam mobil dapur umum lapangan terparkir di samping tenda besar membentuk huruf L bercat biru. Terpatri aksara ‘KEMENTERIAN SOSIAL.” Gagah dan mencolok dengan warna putih di atas warna biru. Di dalam tenda inilah, jantung kehidupan berdetak. Dari tenda ini teracik aneka menu makanan siap saji dan telur matang.  Sebagai dapur umum, di dalam tenda ini tersedia bermacam peralatan pendukung. Ada wajan dan dandang berukuran jumbo, serta kompor gas. Di sana-sini, menjuntai selang bak belalai menghubungkan tabung gas elpiji dan kompor.

Dari dapur umum di Jalan Arif Rahman Hakim nomor 131-133 di samping gedung Convention Hall Surabaya ini, bisa menghasilkan antara 5.000-6.000-an kotak makanan siap saji dan sekitar 300-an telur matang. Jelas ini bukan perkara mudah. 

Para relawan ini berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka bekerja secara bergantian saat pagi, siang, dan sore hari.  

Setiap shift terdiri sekitar 15 orang. “Jika sedang lengkap bisa mengirimkan 15 orang di setiap shift, total 54 bergantian. Tapi, jumlahnya bisa berubah-ubah jika di antara keluarga karang taruna sedang ada yang sakit atau isoman,” kata perwakilan Karang Taruna Kota Surabaya Handik.

Toh raut wajah para relawan dapur umum itu tetap sumringah. Mereka selalu sigap dan tak tampak kesan lelah atau loyo. Semangat mereka makin terpompa oleh kehadiran Menteri Sosial Tri Rismaharini kemarin.  Handik pun bercerita Karang Taruna di Surabaya ada di 31 Kecamatan dan 154 Kelurahan. Karang Taruna yang terlibat di dapur umum Surabaya terdiri dari pengurus karang taruna Kota Surabaya, Karang Taruna Kecamatan se Surabaya, serta Karang Taruna Kelurahan se Surabaya.

“Sejak 5 Juli, kami membantu dapur umum. Kendalanya, misal masalah transportasi untuk pengiriman bantuan pada warga yang lokasinya cukup jauh dari Surabaya,” katanya.

Kotak nasi yang kini terisi itu mulai petugas masukkan dalam tas-tas plastik oleh tim pengemas. Dengan menggunakan kendaraan pick up, mobil boks, dan truk berukuran sedang, satu-persatu paket makanan siap saji itu dalam hitungan menit telah terisi di perut kendaraan distribusi. Dapur Umum Balai Wyata Guna Bandung berkapasitas menyediakan 3.641 bungkus telur matang, 2.500 nasi kotak. Petugas menyalurkan bantuan ke beberapa Rumah Sakit dan Lembaga Kesejahteraan Masyarakat (LKS). 

 “Saya perwakilan dari Direktur RS. Al-Ikhsan Bandung mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Sosial. Banyak membantu mengirimkan telur dan makanan siap saji. Kami tidak menyangka Kemensos sangat memperhatikan Tenaga-tenaga Kesehatan di Rumah Sakit kami,” kata Wakil Direktur SDM RS. Al-Ikhsan Hari Mursid. (humas kemensos/red)