Connect with us

Kajian Islam

Doa Mengenakan Pakaian Berdasarkan Hadits

Diterbitkan

pada

Saat mengenakan pakaian, disarankan membaca doa sebagaimana dicontohkan dalam hadits. (Foto: NOJ/Liputan6)

Ahmad Fatoni – Memiliki pakaian yang dapat dikenakan setiap saat adalah di antara kurnia yang harus disyukuri. Karena tidak sedikit kalangan yang memiliki pakaian terbatas dan seadanya. Oleh sebab itu, saat memakai pakaian hendaknya membaca doa yang petunjuknya ada dalam hadits.

Diambil dari kitab Lawami’ al-Anwar; Syarh Kitab al-Adzkar karya Muhyiddin Dib bahwa memulai semua amal baik itu disunahkan membaca basmalah. Namun terdapat doa khusus yang disampaikan oleh Rasulullah kepada sahabatnya ketika hendak mengerjakan sesuatu. Misalnya, seseorang hendak mengenakan baju, maka berdoa agar Allah menambahkan kebaikan, bukan justru menjadikan keburukan dari baju atau apa saja yang kita kenakan.

Doa dimaksud di antaranya adalah sebagai berikut:

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا هُوَ لَهُ

Artinya:  Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan baju ini dan kebaikaan apapun untuknya. Dan aku berlindung dari keburukan baju ini serta keburukan apapun untuknya.

Hal tersebut seperti ada dalam suatu riwayat dari Sa’ad bin Malik bin Sinan (Abu al-Khudri):

أن النبي صل الله عليه و سلم كان إذا لبس ثوبا سماع قميصا او رداء او عمامة يقول:  اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا هُوَ لَهُ

Artinya: Sesungguhnya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika mengenakan pakaian, semacam gamis, selendang dan imamah, beliau berdoa: Allahumma innii as’aluka khairii wa khairi ma huwa lahu, wa a’udzu bika min syarrihi wa khairi ma huwa lahu.

Dalam riwayat lain, Rasulullah mengajarkan doa dengan lafadz berikut:

الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي كَسَانِي هٰذَا الثَوْبَ وَ رَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَ لَا قُوَّةَ

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah Engkau berikan pakaian ini kepadaku, dan memberikan rizki tanpa upaya dan kekutan dariku.

Sedangkan dalam kesempatan berbeda, redaksi hadits sebagaimana diriwayatkan Mu’adz bin Anas:

أن رسول الله صل الله عليه و سلم قال: من لبس ثوبا فقال: الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي كَسَانِي هٰذَا الثَوْبَ وَ رَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَ لَا قُوَّةَ

Artinya: Sesungguhnya Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang mengenakan pakaian, maka ucapkan: alhamdulillahilladzi kasaanii hadzatsaubi wa razaqanii min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin. Maka, Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.

Doa Mengenakan Pakaian Baru

Berbeda halnya, ketika kita hendak memakai pakaian baru, Rasulullah memberikan doa lain seperti lafadz berikut:

اللّٰهُمَّ لَكَ الحَمْدُ اَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَ خَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Artinya: Ya Allah, untuk-Mu segala pujian yang Engkau berikan kepadaku pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan apapun yang dibuat untuknya, serta aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pakaian ini dan kejelekan apapun yang dibuat untuknya.

Doa tersebut berdasarkan hadith dari Abi Sa’id al-Khudri:

كان رسول الله صل الله عليه و سلم اذا استجدّ ثوبا سمّاه عمامة، قميصا او رداء، ثم يقول : اللّٰهُمَّ لَكَ الحَمْدُ اَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَ خَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Artinya: Bahwa Rasulullah ketika memakai pakaian baru, imamah, gamis atau sorban, berdoa: Allahumma lakal hamdu anta kasautiniihi asaluka khairahu wa khaira maa shuni’a lahu, wa a’udzubika min syarrihi wa syarri ma shuni’a lahu.

Dari riwayat lainnya sekaligus menjadi opsi bagi kita seperti doa berikut ini:

الحَمْدُ لِلّٰهِ كَسَانِي مَا اُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَ أَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي

Artinya: Segala puji bagi Allah yang memberikan pakaian kepadaku, dengannya aku tutup auratku, dengannya menjadikan nampak indah di dalam keseharianku.

Redaksi di atas sesuai hadits riwayat Umar Radiyallaahu ‘Anhu.

سمعت رسول الله صل الله عليه و سلم يقول: من لبس ثوبا جديدا فقال: الحَمْدُ لِلّٰهِ كَسَانِي مَا اُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَ أَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ، ثم عمد الى الثوب الذي أخلق فتصدق به، كان في حفظ الله، و في كنف الله، و في ستر الله حيّا ميّتا

Artinya: Aku mendengar Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa memakai pakaian yang baru, maka ucapkan: alhamdulillahilladzi kasaani ma uwarii bihii ‘auratii wa atajammalu bihi fi hayatii. Kemudian meniatkan baju yang masih pantas (usang), dan menyedekahkannya, maka dia akan berada di dalam lindungan dan naungan Allah, dan dia akan berada di jalan Allah sepanjang hidup dan mati.

Doa tersebut tiada lain dengan tujuan meminta tambahan kebaikan dari Allah dan dijauhkan dari segala keburukan yang timbul dari pakaian kita. Islam juga menganjurkan untuk membaca tasmiyah (basmalah) ketika hendak mengenakan pakaian, sepatu dan pakaian lainnya. Paling sedikitnya membaca bismillah atau sempurnya membaca bismillahirrahmanirrahim.

Keterangan ini disarikan dari Muhyiddin Dib, Lawami’ al-Anwar; Syarh Kitab al-Adzkar, Bairut: Dar ibn Kathir, 2014, Juz 1, halaman: 67-68)

Wallahu a’lam

Penulis adalah Alumnus Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang dan Tinggal di Sumenep.

Continue Reading
Advertisement

Kajian Islam

Doa agar Mudah Menerima Kenyataan Hidup

Diterbitkan

pada

Perbanyak berdoa agar siap menerima kenyataan hidup. (Foto: NOJ/Pinterest)

Syaifullah – Hidup penuh dengan dinamika, kadang realita tidak berbanding lurus dengan yang di angan. Karenanya, sejak awal sudah memiliki kesadaran bahwa tidak jarang kenyataan hidup di luar yang diharapkan.

Sadar dengan kenyataan tersebut, maka sejak awal hendaknya sudah memiliki komitmen tersebut. Dan salah satu yang dianjurkan untuk mengucap kalimat sebagai berikut:

حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl. 

Artinya: Cukuplah Allah bagiku dan ia sebaik-baik wakil.

Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Imam Abu Dawud, An-Nasai, dan Al-Baihaqi. Semangat anjuran ini bukan hanya terletak pada pelafalan kalimat: ‘Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl’, tetapi pada penguasaan emosi dan penguatan mental serta mengembalikan persoalan berat kepada Allah ketika menerima sebuah kenyataan meski pahit sekalipun.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ رَضِىَ اللَّهُ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَضَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ فَقَالَ الْمَقْضِىُّ عَلَيْهِ لَمَّا أَدْبَرَ حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ جَلَّ ثَنَاؤُهُ يَلُومُ عَلَى الْعَجْزِ وَلَكِنْ عَلَيْكَ بِالْكَيْسِ فَإِذَا غَلَبَكَ أَمْرٌ فَقُلْ حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Artinya: Dari Auf bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW memutuskan perkara di antara dua orang. Orang yang berperkara ketika berpaling mengucap: ‘Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl.’ Rasulullah kemudian bersabda: Allah mencela kelemahan. Sebaliknya, kau harus kuat. Jika kau dirundung oleh suatu masalah, hendaknya mengucap: Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl’. (HR Abu Dawud, An-Nasai, dan Al-Baihaqi).

Uraian ini diangkat oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah perihal menerima qadha dan qadar pada karyanya Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib. Menurutnya, agama melarang untuk mengumpat dengan aneka kalimat yang buruk dan membawa mudharat serta tidak bermanfaat.

Agama menuntut seseorang untuk melakukan upaya maksimal sebelum akhirnya kenyataan tiba. Jika takdir berkata lain, maka ia dapat mengucap: ‘Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl. Kalimat ini cukup terpuji bila seseorang mengerahkan upaya maksimal sebelum kenyataan tiba. Adapun seseorang menjadi tercela menurut agama kalau hanya mengandalkan kalimat tersebut tanpa didahului oleh upaya maksimal/ikhtiar. (Lihat Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib, [Kairo, Darur Rayyan lit Turats: 1987 M/1408 H], cetakan pertama, halaman: 228-229).

Tetapi lafal ini dapat dimaknai sebagai sebuah doa agar hati kita dimudahkan dalam menerima kenyataan pahit yang sudah ditakdirkan oleh Allah.

Wallahu a’lam. 

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: