fbpx
Iklan
Connect with us

Berita

DISPERINDAGKOP Batang Dorong Pelaku Makanan Khas Agar Lebih Maju

Diterbitkan

pada

Dalam setahun terakhir ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Umkm, Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggembleng pelaku usaha kecil menengah agar maju dan berkembang. Salah satunya dengan membina dan membantu pelaku usaha krupuk khas batang, krupuk usek. Di Kelurahan Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berdiri sebuah sentra produksi krupuk usek atau kerupuk kere. Kerupuk ini khas dari batang. Rasanya, gurih. Kerupuk terbuat dari tepung tapioka yang dicampur dengan air matang dan sedikit garam. Bahan-bahan itu diaduk sampai terbentuk dalam adonan, yang nantinya dicetak dalam bentuk kotak dan bulat. Bahan-bahan ini kemudian dikukus, lalu dijemur di atas panas matahari, sampai siap untuk digoreng. Uniknya, kerupuk ini tidak digoreng dengan minyak, melainkan dengan pasir laut yang dipanaskan dalam wajan. Sentra produksi kerupuk kere ini terpusat di dua kelurahan yakni, kelurahan karangasem selatan dan kasepuhan, yang dikelola oleh lebih dari 70 KK. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Umkm telah banyak membantu para perajin kerupij khas batang ini dengan bantuan pelatihan keterampilan, bantuan peralatan, dan akse modal. Kiryati, seorang perajin kerupuk usek mentah, menyatakan kerupuk usek biasanya disajikan bersamaan dengan makan lotis, pindang tetel, pecel, dan makanan berkuah lainya. Usaha yang sudah dirintis sejak 1980-an ini sudah menjangkau kendal, semarang, pekalongan, pemalang dan tegal. Dalam satu hari kiryati bisa memproduksi lima kuintal kerupuk usel, dengan omset per hari, rp lima juta lebih. Harga jual kerupuk mentah ini adalah 13 ribu rupiah per kilogram.
Iklan

download madu tv di playstore

Temukan Kami di Facebook

Radio MDSFM

Madu TV Channel

Linked Media

%d blogger menyukai ini: