Dinas Peternakan dan Perikanan Tanggapi Belasan Kerbau Mati

64

Kuningan – Kematian kerbau di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang secara mendadak sempat membuat peternak mengira ada faktor mistis. Bahkan, ada peternak yang membuat sesajen ketika kerbau mati jumlahnya mencapai belasan. Tapi ternyata tidak ada hasilnya dan justru meninggalnya lebih banyak.

Sepert diketahui, dugaan sementara menurut dokter hewan milik Dinas Peternakan dan Perikanan Rofiq, kerbau  mati karena  kembung yang disebabkan pakan/ rumput yang masih basah.

Pihak dinas melalui UPTD Puskewan Ciawigebang sudah memberikan pembinaan agar kebau tidak digembalakan pada pagi hari yang rumput masih basah. Pihaknya juga sudah memberikan obat kembung untuk kerbau-kerbau yang ada gejala perut kembung.

Mengenai kabar bahwa hewan ternak mati terjadi di desa lain, Rofiq menyebut, informasi sementara yang terjadi di Desa Cihirup saja.

Mengenai fonomena yang terjadi, sudah biasa karena  kalau kasus kembung atau bahasa medis tympani/ bloat pada hewan ruminansia sering terjadi. Bukan hanya kerbau, tapi juga pada sapi dan domba.

Antisipasi agar tidak terkena adalah, pihaknya menyarankan cara pemberian pakan rumput harus dilayukan terlebih dahulu dan tidak diberikan dalam kondisi basah. (red)