Beranda Berita Diduga Langgar Kode Etik, Hakim PA Kota Kediri Dilaporkan Bawas MA RI

Diduga Langgar Kode Etik, Hakim PA Kota Kediri Dilaporkan Bawas MA RI

80
0

Majelis Hakim Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri dilaporkan Badan Pengawas Makamah Agung RI, komisi yudisial dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Laporan pengaduan itu dilakukan setelah adanya dugaan tindak pelanggaran kode etik perilaku Majelis Hakim.
Majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri dilaporkan Badan Pengawas Makamah Agung RI, Komisi Yudisial dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Laporan pengaduan itu dilakukan setelah adanya dugaan tindak pelanggaran kode etik perilaku majelis hakim nomor perkara.
Imam Mohklas, SH. MH, selaku Tim Kuasa Hukum Erlina Ayu yang melaporkan dugaan pelanggaran kode etik mengatakan, ada dugaan tindakan hakim yang mengabaikan hukum acara perdata. Pasalnya, pada jadwal sidang pertama secara langsung dilakukan pengambilan putusan.
Dugaan adanya pelanggaran kode etik hakim yakni pada sidang pertama langsung dilakukan pembacaan putusan tanpa melalui upaya mediasi, jawaban hingga pembuktian. Seharusnya pada agenda sidang pertama adalah pemeriksaan para pihak. Dan ternyata prinsipal dari termohon sita tidak hadir dan para turut termohon sita juga tidak hadir maka seharusnya sesuai hukum acara perdata, teradu pada sidang pertama melakukan pemanggilan sekali lagi kepada para pihak yang tidak hadir. Tetapi faktanya ini tidak dilakukan.
Terpisah, Panitera Pengadilan Agama Kota Kediri, Hidayatulloh, SH. menjelaskan, jika memang ada dugaan pelanggaran kode etik pada hakim maka yang berhak memeriksa adalah badan pengawas. Jika memang benar, maka akan ditindaklanjuti dari bawas, pengadilan tinggi agama surabaya maupun komisi yudisial.
Sementara saat ditanya terkait putusan hakim yang dilakukan secara langsung pada sidang pertama, hidayatulloh menjelaskan putusan tersebut merupakan hak prioritas hakim. Menurutnya, putusan hakim itu bersifat kontentius, artinya bisa menempuh upaya hukum banding sampai kasasi. Pengajuan permohonan sita harta tersebut dilakukan untuk menghindari adaya tindakan mengalihkan aset harta bersama selama proses perkara perceraian antara erlina ayu dengan agung nugroho berjalan di pengadilan. Sayangnya permohonan sita harta tersebut diputus cepat tanpa melalui proses jawaban, mediasi hingga pembuktian dengan putusan tidak diterima.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

65 + = 72