Demo Alun Alun Mangkrak: PMII dan GMNI Protes Pembangunan Alun Alun Kediri

101
Demo Alun Alun Mangkrak: PMII dan GMNI Protes Pembangunan Alun Alun Kediri

KEDIRI, JAWA TIMUR – Aksi demonstrasi yang melibatkan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) digelar sebagai respons terhadap dampak kontroversial dari pembangunan Alun Alun Kediri yang baru.

Pembangunan Alun Alun Kediri yang dikenal sebagai proyek “Mangkrak” tersebut telah menimbulkan kekhawatiran, khususnya terhadap nasib para pedagang kaki lima yang biasanya berjualan di area tersebut.

Ketua Umum PC PMII Kediri, Saiful Amin, dan Ketua DPC GMNI Kediri, M. Abdur Roziqin, memimpin aksi protes tersebut dengan menyoroti dampak yang dirasakan oleh para pedagang kaki lima. Mereka menganggap bahwa pembangunan Alun Alun Kediri yang mangkrak telah memberikan konsekuensi serius terhadap penghidupan para pelaku usaha kecil tersebut.

Dalam pernyataannya, Saiful Amin menekankan bahwa pemerintah kota Kediri harus segera menuntaskan pembangunan Alun Alun dan memberikan solusi konkret bagi pedagang kaki lima yang terdampak. Amin juga menegaskan tanggung jawab penuh pemerintah kota terkait isu ini.

“Aksi demo ini bukan hanya sebagai bentuk protes terhadap pembangunan yang mangkrak, tetapi juga sebagai pengingat akan Hari Hak Asasi Manusia dan Hari Anti Korupsi,” kata Amin.

Massa aksi membentangkan sejumlah banner yang menyerukan penyelesaian cepat pembangunan Alun Alun Kediri dan memberikan solusi bagi pedagang kaki lima yang terdampak. Aksi ini juga menekankan tanggung jawab penuh pemerintah kota dalam menangani situasi ini.

Demikianlah, aksi demo ini mencerminkan keprihatinan serius dari PMII dan GMNI terhadap dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan oleh proyek pembangunan yang terhenti ini. Terlebih lagi, demonstrasi ini merupakan panggilan kepada pemerintah kota untuk bertanggung jawab dan memberikan solusi yang adil bagi para pelaku usaha kecil yang terdampak oleh situasi ini.