Connect with us

Features

Cuaca Ekstrim Strawberry Terserang Penyakit Cacar Daun Sebabkan Produksi Turun Drastis

Diterbitkan

pada

Cuaca Ekstrim Strawberry Terserang Penyakit Cacar Daun Sebabkan Produksi Turun Drastis

Cuaca Ekstrim Strawberry Terserang Penyakit Cacar Daun Sebabkan Produksi Turun Drastis

Cuaca ekstrim yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir, menyebabkan penyakit cacar daun dan jamur buah, menyerang tanaman strawbery, di wisata kampung strawberry di Tulungagung, Jawa Timur. Selain mengakibatkan menurunnya jumlah produksi buah, serangan penyakit ini, juga membuat jumlah pengunjung di kampung strawbery menurun tajam, hingga 90 persen.

Petani, dan pengelola kawasan wisata kampung strawbery di Desa Gambiran, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Jawa Timur, resah, sejak beberapa bulan terakhir ini. Hal ini, dikarenakan tanaman strawberry mereka, terserang penyakit cacar daun, dan jamur buah, yang disebabkan pengaruh cuaca ekstrim, sehingga produksinya turun drastis.

Penyakit cacar daun yang menyerang daun, terdapat bercak-bercak hitam dibagian permukaan atas daun, jika serangan mengganas, daun akan mengering, dan menyebabkan kematian pada tanaman strawberry. Sedangkan serangan jamur buah, buah strawberry terdapat jamur berwarna putih, yang menyebabkan buah menjadi busuk, dan mengering.

Cuaca panas di siang hari, serta dinginnya cuaca di malam hari, menjadi penyebab utama munculnya penyakit cacar daun, dan jamur buah ini, sehingga cepat menyebar ketanaman strawbery yang sehat. Pengelola wisata ini, telah berusaha mencegah dengan membuang daun, dan buah yang terserang penyakit, serta menyemprot dengan fungisida, agar tidak menjalar keseluruh tanaman.

Selain menurunkan hasil produksi strawbery, serangan penyakit cacar daun, dan jamur buah ini, juga menyebabkan menurunnya jumlah pengunjung di wisata tersebut. Jika biasanya jumlah pengunjung mencapai 700 orang per bulan, kini turun hingga 90 persen.

Terdapat 9 varietas strawbery yang coba dibudidayakan di lokasi wisata ini, diantaranya varietas california, dayang sumbi, festival, dan mencir. Selain bisa menikmati keindahan alam sekitar, di wisata kampung strawberry, pungunjung juga bisa memetik langsung buah strawbery.

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Features

Banyuwangi – Kakek 40 Tahun Berjualan Air Bersih Keliling

Diterbitkan

pada

Banyuwangi –  Usia senja bukan menjadi halangan bagi seorang kakek asal Kecamatan Purwoharjo,  Banyuwangi, untuk terus berjuang mencari rupiah ditengah sulitnya ekonomi saat ini. Kakek tersebut menggunakan gerobak dorong sebagai sarana pengangkut ratusan liter air bersih.

Setiap harinya ia menjajakan air berwadah jirigen kepada warga setempat. Profesi yang terbilang sudah sangat langka tersebut ia lakoni hampir 40 tahun lamanya.

Kakek Mustari menyiapkan jirigen ukuran 30 liter sebelum berangkat menuju masjid seberang untuk mengisi air. Langkah kakinya masih kuat walaupun usianya sudah menginjak kepala tujuh tidak menjadi hambatan bagi kakek Mistari.

Dalam mencari rupiah ia berdagang air bersih keliling setiap harinya menggunakan gerobak dorong dari kayu.  Kakek Mistari berjalan dari rumah ke rumah maupun toko ke toko untuk menawarkan beberapa liter air yang dibawanya. Profesi yang sudah terbilang langka tersebut sudah menjadi penopang hidup bagi kakek mistari dalam 40 tahun belakangan ini. Maka tidak heran jika masih ada beberapa pelanggan yang masih setia menggunakan air bersih miliknya.

Selain itu pihak pengelola masjid tidak membebankan satu rupiah pun kepada kakek mistari dalam memanfaatkan air sumur untuk dijual kembali. Namun pihaknya hanya membebankan kakek Mustari untuk merawat serta membersihkan sumur tersebut.

Salah satu pelanggan mengungkapkan selain murah dan terjangkau air jirigen miliki kakek Mustari tidak sama seperti yang ada pada sumur lainnya. Yakni bersih dan tidak berasa payau ataupun berkarat. Lantaran sudah terkenal memiliki perbedaan tersebut, beberapa pelanggan bahkan ada yang memborong hingga 4 jirigen.

Salah satu pelanggan kakek Mistari, bernama Rohidi mengatakan untuk ongkos jasa 1 jerigen air pelanggan cukup merogoh kocek 2.000 rupiah saja. Dalam sehari pendapatan kakek Mustari tidak menentu. Terkadang mendapatkan 30.000 rupiah, jika ramai bisa sampai 50.000 rupiah, itupun saat kemarau panjang melanda. Karena kasian, ada beberapa pelanggan yang sengaja memberikan tambahan tersendiri kepada kakek Mustari. (aw)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: