fbpx
Connect with us

Berita

Cabup Kediri Sowan ke Pondok Pesantren Lirboyo Minta Do’a dan Restu

Diterbitkan

pada

Kediri (madu.tv)—Jelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang, Calon Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana Minggu (29/11/2020) bersilaturahmi ke Pondok Lirboyo, Mojoroto, Kota Kediri. Dalam silaturahminya Mas Dhito sebutan Cabup Tunggal Kabupaten Kediri itu mengatakan, sowannya ke Pondok Pesantren Lirboyo, untuk silaturohmi dan juga dalam agenda dikhususkan untuk meminta doa dan restu para masyayikh dan Gawagis yang ada di Lirboyo, merupakan salah satu pondok tertua di Kediri. “Karena kharisma dan pengaruh pondok Lirboyo mencakup hingga ke Kabupaten. Dan alhamdulilah bisa bersilaturahmi dan bertemu dengan Kiai Haji Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. M Anwar Mansyur dan para Gawagis Lirboyo, “ujarnya. Cabup Muda ini juga mengungkapkan, para Kiai menanggapinya dengan sangat positif. Bahkan beberapa Kyai ada yang menyampaikan pandangan ke depan untuk Kabupaten Kediri. Terkait dampak adanya pembangunan Bandara, Mas Dhito sapaan Cabup Tunggal Kabupaten Kediri menyampaikan permintaan khusus agar para Pengasuh Pondok, tokoh agama, alim ulama habaib poro kiai, poro gawagis nantinya bisa ikut membentengi dampak sosial yang ada dimasyarakat. KH. An’im Falachuddin Mahrus, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, mengungkapkan, kesan pertama yang ditampilkan oleh Cabup 28 tahun ini adalah anak muda yang ramah, mudah bergaul dan tidak terlalu birokratis. Jadi jauh dari kesan formal. Harapan para Kyai nantinya kalau sudah menjabat tetap seperti itu tidak terlalu membatasi diri, fleksibel, supel. Sehingga selalu dekat dengan masyarakatnya. Dengan adanya banyak pondok pesantren di Kediri, apa yang dilakukan oleh Mas Dhito nantinya diharapkan bisa merangkul kalangan pesantren. Keberadaan pabrik rokok yang besar berskala Internasional di Kediri juga menjadi salah satu aset yang bisa digunakan untuk mengupayakan Kediri lebih makmur dan sejahtera. Kalau masalah benteng sosial atau benteng Ahklak, Ponpes sudah komitmen sejak dulu sebelum adanya bandara, atau setelah adanya bandara, otomatis pondok pesantren akan lebih kreatif lagi, agresif dalam mendidik anak anak, masyarakat agar sisi kemanjuan yang ada di Kediri, tetap tidak melupakan akhlak dan perilaku yang santun. Mengenai program Mas Dhito, pesantren Patnership dan juga Bizaroh,dirasa sangat bagus sekali, karena selama ini pesantren seperti ketinggalan kereta. Intensif dan Bizaroh guru madin memang selama ini masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah meskipun sudah ada sangat kurang sekali.(*/tim)

download madu tv di playstore

Radio MDSFM

Madu TV Channel

URL yang sah tidak diberikan.

Linked Media

%d blogger menyukai ini: