Beranda Berita Buya Syafii Dan Sultan Ajak Jaga Kebhinekaan Dan Keutuhan NKRI

Buya Syafii Dan Sultan Ajak Jaga Kebhinekaan Dan Keutuhan NKRI

84
0

Situasi paska Pemilu  dimana kedua kubu saling mengklaim kemenangan sebelum hasil penghitungan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)  diumumkan, menjadi kekhawatiran para tokoh nasional. Dua tokoh nasional dari Yogyakarta, Ahmad Syafi-I Ma-Arif,  dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono Sepuluh menyerukan pesan damai bagi seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menjaga kebhinekaan dan keutuhan NKRI. Dua tokoh nasional dari Yogyakarta, yaitu, mantan ketua  PP Muhammadiyah, Ahmad Syafi-I Ma-Arif, dan Raja Kraton Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono Sepuluh yang juga menjabat sebagai Gubernur D-I-Y,, menghimbau masyarakat untuk bersabar menunggu hasil perhitungan dari K-P-U. Himbauan ini atas kekhawatiran, kedua kubu yang saling mengklaim kemenangan dalam pilpres 2019. Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii, menyatakan. Jika ada ketidak-sepakatan dengan hasil pemilu, dapat dibawa ke mahkamah konstitusi. Bukan dengan cara-cara yang di luar hukum. Ahmad Syafii Maarif – Mantan Ketua PP Muhammadiyah, “Kalau ada sengketa selesaikan dengan jalur hukum. Kita mempunyai mahkamah konstitusi selesaikan melalui jalur hukum karena kita negara hukum tidak boleh main hakim sendiri atau mengadu domba.” Sejalan dengan Buya Syafii, ditemu terpisah, Gubernur D-I-Y, Sri Sultan Hamengku Buwono Sepuluh, meminta kepada para peserta pemilu, untuk ikut menjaga perdamaian pasca pemilu, agar tidak terjadi gejolak diantara anak bangsa. Sri Sultan HB X-Gubernur DIY – Raja Kraton Yogyakarta, “Kerukunan antara anak bangsa yang telah sepakat dari awal republic ini didirikan dari yang berbeda menyatakan jadi satu. Saya punya harapan sampai saat ini dan akan datang kesepakatan itu tetap harus dijaga.” Menunggu hasil pemilu ini, masyarakat diminta tidak terpengaruh dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan. Selain itu, setiap elemen masyarakat juga harus tetap menjaga kebhinekaan dan keutuhan bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 1 =