Beranda Berita Bertahan Hidup Dengan Menjual Krupuk.

Bertahan Hidup Dengan Menjual Krupuk.

37
0

Bertahan Hidup Dengan Menjual Krupuk

Nenek Napisa, seorang wanita tua pembuat opak gulung asal Desa Krejengan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur . Keseharian Mbah Napisa bisa dikatakan tidak tergantung pada orang lain, pasalnya sejak puluhan tahun yang lalu, ia bertahan hidup dengan membuat dan berjualan opak gulung.

Dengan lihai wanita yang tak lagi muda ini mengayunkan sendok untuk mencampur beras tepung terigu dan telur yang menjadi bahan utama untuk membuat opak gulung ini. Selanjutnya bahan yang sudah tercampur diberikan air secukupnya kemudian di tuangkan ke cetakan panas yang sudah sedari tadi berada diatas kompor dengan nyala api sedang.

Dalam waktu 1 sampai 2 menit opak pun di angkat dari cetakan dan kemudian digulung dengan sumpit, nah opak pun siap untuk disajiakan.

Wanita dengan umur 73 tahun ini mengatakan, ia membuat opak gulung sejak 12 tahun lalu, dan bisa membuat opak ini karena belajar dari almarhum ibundanya pada saat masih hidup.

Dalam sehari ia bisa membuat sekitar 30 bungkus opak, dan menghabiskan bahan sekitar 3 kg beras 2 kg tepung terigu dan telor 1 kg.

Ia menjual opaknya dengan harga 8000 rupiah perbungkus, dan ia menjualnya di toko-toko sekitar desa krejengan, dan hasil dari menjual opak gulung tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dengan alasan tidak mau merepotkan kedua anaknya yang sudah berkeluarga.

Namun pada saat suaminya masih hidup ia bisa membuat opak gulung 500 bungkus dalam satu hari. Ia membuat opak gulung dibantu oleh suami tercintanya.

Wahyu indah salah satu pembeli opak gulung Mbah Napisa mengatakan, opak buatan mbah napisa berbeda dengan opak gulung pada umumnya, pasalnya opak Mbah Napisa ini gurih dan renyah saat digigit dan itu menjadi daya tarik sendiri baginya untuk membeli dan mengkonsumsi opak gulung Mbah Napisa ini. Selain itu hargnya juga terjangkau bagi masyrakat pedesaan.

Meski di usianya yang tua, namun nenek yang satu ini hidupnya tidak tergantung pada pemberian orang lain, ia mampu hidup mandiri meski hanya berjualan opak krupuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 39 = 49