
Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, geram karena banyaknya laporan bantuan sosial dan bantuan langsung tunai atau BLT di Kota Bekasi, terjadi pemotongan. Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto, mengaku, tidak membenarkan apapun alasan bansos dan BLT harus terpotong. Apalagi pemotongan jumlah bantuan tersebut kabarnya terlaksana oleh pihak pengurus RT atau RW setempat. Ia juga membuka laporan warga Kota Bekasi, melalui media sosial jika tertemukan adanya wilayah atau daerahnya yang sengaja melakukan pemotongan bansos dan BLT.
Di RW 10, Kelurahan Perwira, Bekasi Utara, bantuan sosial dalam bentuk beras dan bantuan langsung tunai mengalami pemotongan sepihak. Sementara pihak pengurus RW mengaku, rencana pemotongan bansos, seperti beras 10 kilogram menjadi lima kilogram ini batal dilakukan lantaran mendapat pelarangan pemerintah Kota Bekasi, meski si penerima bansos ikhlas jika bagiannya terpotong. Jika memang ada warganya yang tidak mendapatkan bansos atau BLT, pengurus RT dan RW sebaiknya mengajukan kembali.
Saat ini wakil Walikota Bekasi mengaku sudah membuka laporan pengaduan di media sosial miliknya. Pihaknya saat ini juga sudah melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian setempat. Ini ntuk mengawasi pembagian bansos dan BLT, jika masih ada pemotongan. (am)







