Connect with us

Nasional

BANYUWANGI – Kuliner Pasar Jati-Jatian Hasil Swadaya Masyarakat

Diterbitkan

pada

Terdapat kuliner Pasar Jati-Jatian yang didirikan oleh swadaya masyarakat di Gambiran Banyuwangi, berbagai macam kuliner tersedia hingga mengundang banyak pengunjung. Bahkan di tempat tersebut terdapat spot untuk senam ibu-ibu.

Di salah satu desa di Wringinrejo Kecamatan Gambiran, Banyuwangi Jawa Timur, terdapat salah satu Pasar Jati-Jatian yang terdapat banyak berbagai macam kuliner. Di mana pasar jati-jatian ini didirikan oleh swadaya masyarakat Desa Wringinrejo.

Heri selaku ketua panitia mengatakan, bahwa modal mendirikan Pasar Jati-Jatian ini merupakan modal pinjaman dari koperasi, dan akhirnya terwujud lah kuliner Pasar Jati- Jatian.

Kuliner yang ada di Pasar Jati-Jatian banyak sekali ragamnya. Hal tersebutlah yang membuat penasaran para pengunjung, bahkan setiap harinya selalu banyak pengunjung yang datang dan menikmati kuliner yang ada di Pasar Jati-Jatian.

Selain itu, Pasar Jati-Jatian juga ada tempat senam untuk ibu- ibu. Setelah senam ibu- ibu bisa menikmati kuliner yang ada di Pasar Jati- Jatian.

Namun sangat disayangkan, di masa pandemi Pasar Jati-Jatian sedikit menurun omsetnya, bahkan waktunya pun juga di batasi. Heri berharap kepada pemerintah desa mendukung dan memajukan Pasar Jati- Jatian, dan bisa memperbaiki perekonomian masyarakatnya.

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Keagamaan

Keputusan Rais Aam PBNU Majukan Jadwal Muktamar Digugat di Pengadilan

Diterbitkan

pada

Logo Nahdlatul Ulama (NU). ANTARA/HO

Jakarta – Keputusan Rais Aam PBNU Kiai Haji Miftachul Ahyar memajukan jadwal pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU dari tanggal 23—25 Desember menjadi 17 Desember digugat ke pengadilan oleh dua kader NU Provinsi Lampung.

Gugatan diajukan Rais Syuriyah PWNU Lampung K.H. Muhsin Abdullah dan Katib Syuriah PWNU Lampung Basyarudin Maisir melalui LBH NU Provinsi Lampung ke Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (6/12).

Gugatan tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara 211/Pdt.G/2021/PN Tjk.

Selain memohon pengadilan membatalkan keputusan pimpinan tertinggi di NU tersebut, dua penggugat juga ingin Rais Aam dihukum dengan cara meminta maaf melalui media cetak dan elektronik nasional serta lokal selama 7 hari berturut-turut.

Menanggapi gugatan itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor siap memberikan bantuan hukum kepada Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar.

“Sudah menjadi tugas Ansor dan LBH Ansor untuk menjaga muruah para kiai, terlebih muruah Rais Aam yang merupakan pimpinan tertinggi di Nahdlatul Ulama,” kata Koordinator Litigasi LBH Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Dendy Z. Finsa di Jakarta, Selasa.

LBH Ansor meyakini gugatan itu akan mudah dimentahkah oleh pengadilan karena langkah K.H. Miftachul Ahyar mengubah jadwal pelaksanaan muktamar sama sekali tidak bertentangan dengan peraturan yang ada.

“Selain sudah berpijak pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, keputusan Rais Aam juga berdasar hasil musyawarah di PBNU,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dendy, dorongan agar ada perubahan waktu muktamar ini juga disampaikan langsung oleh sedikitnya 27 PWNU kepada Rais Aam di Jakarta, Senin (29/12).

Penentuan waktu muktamar secara resmi juga akan ditetapkan melalui Konferensi Besar (Konbes) NU yang terseleggara di Jakarta, Selasa (7/12). Dalam hal itu juga mengundang Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), mutasyar, a’wan, syuriah, tanfiziah, badan, dan lembaga otonom di PBNU.

“Sehingga tidak ada sedikit pun ruang kesalahan dari keputusan Rais Aam ini. Meskipun K.H. Misftachul Akhyar merupakan pimpinan tertinggi di NU, beliau jelas sangat hati-hati dan bergerak berdasar regulasi atau AD/ART. Sekali lagi, kami siap melawan gugatan ini karena sangat lemah bukti-buktinya,” ujar Dendy. (antara/sp)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: