Banyuwangi – Karya Mendunia Hanya dengan Modal Kertas dan Kater

186

Banyuwangi – Karya Mendunia Hanya dengan Modal Kertas dan Kater

Siapa sangka hanya dengan modal kertas dan kater sebuah karya yang bernama papercut mampu menembus pasar Internasional. Mulai dari figur lokal Banyuwangi, artis Indonesia, sampai sang proklamator berhasil bapak yang satu ini karyakan. Lewat digitalisasi pemasaran yang ia gunakan, ratusan karyanya mampu berbicara di kancah global.

Dari galery kecil inilah, kertas yang semula hanya terpandang biasa saja. Dengan tangan dan ide kreatif Angga Satryawan menyulap menjadi karya seni bernilai jual tinggi. Siapa sangka, dengan bantuan pisau pemotong atau kater. Karya pria asal Desa Sempu, Kecamatan Sempu yang bernama papercut ini mampu menembus pasar internasional. Mulai dari Jerman hingga negeri Ratu Elizabeth. Figur pemimpin seperti presiden pertama, Insinyur Soekarno, figur kesenian kebo-keboan hingga artis Fitri Karlina. Mampu ia hasilkan hanya dari kemampuan yang dapat secara otodidak. Bisa di katakan, pria yang akrab tersapa Angga ini, merupakan satu-satunya kreator papercut yang ada di Banyuwangi.

Sebelum memotong kertas, desain terlebih dahulu ia buat dalam komputer. Setelah mendapat motif yang sesuai, kertas inti yang berasal dari kertas jenis jasmine. Meletakkan pada sisi atas dan kemudian ia potong mengikuti alur atau pola.

Butuh ketelitian yang tinggi dalam memotong, agar kertas tidak putus. Untuk itu, ia memakai metode yang bernma zig zag. Lama waktu pengerjaan tergantung tingkat kesulitannya. Untuk figur Bung Karno sendiri hanya butuh waktu 2 hari. Namun untuk figur Fitri Karlina, membutuhkan waktu hingga 2 minggu lamanya, karena desainnya yang lebih rumit.

Dalam memasarkan karya seninya  Angga menggunakan sistem online. Baik lewat website jual beli maupun lewat platform media sosial instagram. Untuk 1 karya miliknya terbanderol dengan harga mulai dari lima ratus ribu hingga satu juta rupiah.

Kedepan, ia menggandeng sekolah terdekat yang ada di wilayahnya. Untuk menjadikan pilot project dalam menyalurkan ilmu serta bakat yang ia miliki. Dengan harapan, mampu menjadi bekal para generasi muda jika ingin terjun pada dunia papercut seperti ia.