Connect with us

Features

Banyuwangi – Kakek 40 Tahun Berjualan Air Bersih Keliling

Diterbitkan

pada

Banyuwangi –  Usia senja bukan menjadi halangan bagi seorang kakek asal Kecamatan Purwoharjo,  Banyuwangi, untuk terus berjuang mencari rupiah ditengah sulitnya ekonomi saat ini. Kakek tersebut menggunakan gerobak dorong sebagai sarana pengangkut ratusan liter air bersih.

Setiap harinya ia menjajakan air berwadah jirigen kepada warga setempat. Profesi yang terbilang sudah sangat langka tersebut ia lakoni hampir 40 tahun lamanya.

Kakek Mustari menyiapkan jirigen ukuran 30 liter sebelum berangkat menuju masjid seberang untuk mengisi air. Langkah kakinya masih kuat walaupun usianya sudah menginjak kepala tujuh tidak menjadi hambatan bagi kakek Mistari.

Dalam mencari rupiah ia berdagang air bersih keliling setiap harinya menggunakan gerobak dorong dari kayu.  Kakek Mistari berjalan dari rumah ke rumah maupun toko ke toko untuk menawarkan beberapa liter air yang dibawanya. Profesi yang sudah terbilang langka tersebut sudah menjadi penopang hidup bagi kakek mistari dalam 40 tahun belakangan ini. Maka tidak heran jika masih ada beberapa pelanggan yang masih setia menggunakan air bersih miliknya.

Selain itu pihak pengelola masjid tidak membebankan satu rupiah pun kepada kakek mistari dalam memanfaatkan air sumur untuk dijual kembali. Namun pihaknya hanya membebankan kakek Mustari untuk merawat serta membersihkan sumur tersebut.

Salah satu pelanggan mengungkapkan selain murah dan terjangkau air jirigen miliki kakek Mustari tidak sama seperti yang ada pada sumur lainnya. Yakni bersih dan tidak berasa payau ataupun berkarat. Lantaran sudah terkenal memiliki perbedaan tersebut, beberapa pelanggan bahkan ada yang memborong hingga 4 jirigen.

Salah satu pelanggan kakek Mistari, bernama Rohidi mengatakan untuk ongkos jasa 1 jerigen air pelanggan cukup merogoh kocek 2.000 rupiah saja. Dalam sehari pendapatan kakek Mustari tidak menentu. Terkadang mendapatkan 30.000 rupiah, jika ramai bisa sampai 50.000 rupiah, itupun saat kemarau panjang melanda. Karena kasian, ada beberapa pelanggan yang sengaja memberikan tambahan tersendiri kepada kakek Mustari. (aw)

Continue Reading
Advertisement

Features

Pemkot Kediri Melalui DLHKP Uji Coba Tiga Taman dengan Aturan Prokes

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar video jurnalis Madu TV

Kediri – Setelah ditutup hampir 2 tahun, 3 taman di Kota Kediri akhirnya diuji coba dibuka dengan menerapkan prokes ketat dan pembatasan pengunjung. Rencana pembukaan taman itu mulai 1-22 Desember yang meliputi Taman Brantas, Taman Ngronggo dan Taman Tempurejo. Sedangkan untuk jam operasional taman mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB dan pukul 13.00 hingga 15.30 WIB.

Pengunjung wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi setiap masuk dan keluar taman dan wajib melakukan cek in – cek out.

Pengunjung dewasa yang boleh masuk adalah yang sudah melaksanakan vaksin. Sementara anak-anak dapat masuk ke taman dengan syarat ada pendamping dewasa yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19. Setiap taman mempunyai satu tempat masuk maupun keluar atau one gate system.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Anang Kurniawan menjelaskan, pihaknya menyiapkan prokes untuk uji coba pembukaan taman. Mulai QR code peduli lindungi, hand sanitizer, thermo gun, tempat cuci tangan, masker, tempat sampah masker bekas hingga penyemprotan desinfektan secara berkala.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan, juga ada beberapa petugas yang berjaga dalam uji coba pembukaan taman. Petugas terdiri dari Satpol PP, Dinkes, BPBD, dan tiga pilar kewilayahan.

Sementara kapasitas pengunjung Taman Brantas dan Tempurejo sebanyak 250 orang. Sedangkan Taman Ngronggo 150 orang.

Untuk parkir roda dua maupun roda empat tersedia di area taman dan terdapat retribusi parkir sesuai Perda. (me)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: