Banyuwangi – Diduga Depresi Berat, Bapak 2 Orang Anak Nekat Gantung Diri

Banyuwangi – Tak kuasa menahan beban hidup, bapak dua orang anak asal Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pria paruh baya tersebut gantung diri di teras rumah miliknya pada Kamis pagi (19/8/21). Dengan kondisi leher terikat tali. Sehari sebelum ditemukan meninggal, ia sempat terlibat cekcok dengan sang istri lantaran adanya permasalahan keluarga.

Warga Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, tidak menyangka, jika salah satu tetangganya nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Pria berinisial BA, 65 tahun, meninggal dengan kondisi leher terikat tali tambang. Anak perempuannya yang menemukan pertama kali di teras samping rumahnya pada kamis pagi.

Deperesi berat lantaran masalah keluarga menjadi penyebab, kenapa pria paruh baya tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Bahkan sehari sebelumnya, menurut sang anak, korban sempat cekcok dengan istrinya. Selain itu, korban juga tak kuasa menanggung beban akibat perceraian anaknya dengan suaminya.

Suryono, Ketua RT setempat menuturkan dia mendapatkan laporan terkait kejadian gantung diri oleh istri korban pada pukul 05.30 pagi. Dan menurut dugaan istrinya korban pada kamis dini hari nekat mengakhiri hidupnya. Selain itu, korban yang berprofesi sebagai sopir membuatnya jarang terlihat dirumah, bahkan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya unsur penganiayaan pada jasad korban. Dan kematian korban terbukti murni bunuh diri. Pihak keluarga korban sendiri menolak jasad korban untuk dilakukannya otopsi, dan mereka menerima dengan ikhlas kepergian korban. (aw)