Bantuan Beras Jelang Nataru: Menstabilkan Harga dan Menekan Inflasi di Sidoarjo

Bantuan Beras Jelang Nataru: Menstabilkan Harga dan Menekan Inflasi di Sidoarjo

SIDOARJO – Memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru, bantuan pangan berupa beras telah digelontorkan kepada masyarakat Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu menekan inflasi dengan memberikan stabilisasi pada harga beras. Sebanyak 93.635 keluarga penerima manfaat (KPM) diberikan bantuan seberat 10 kilogram beras masing-masing.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, menjelaskan bahwa bantuan pangan beras ini disalurkan khususnya kepada warga di lima desa yang berada di Kecamatan Porong. Langkah ini diambil dalam rangka kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, sebagai upaya bersama untuk menanggulangi lonjakan harga beras dan menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Hingga akhir tahun ini, sebanyak 644 ribu sak beras kemasan 10 kilogram akan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat. Penyaluran dimulai sejak bulan September lalu dan berlanjut selama tiga bulan. Para penerima manfaat menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram melalui Pos Kesejahteraan Masyarakat (PKM) di masing-masing desa.

Bupati Ahmad Muhdlor menegaskan bahwa bantuan beras ini memiliki dampak positif, menjaga kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas harga beras. Hal ini dianggap sebagai langkah yang cerdas untuk menghadapi kondisi ekonomi yang cenderung fluktuatif, terutama dengan tingginya harga beras di pasar yang mencapai 14 ribu rupiah per kilogram.

Salah satu penerima manfaat, Sriama, menyatakan kegembiraannya atas bantuan pangan berupa beras ini. Dengan kenaikan harga beras di pasaran, bantuan ini dianggapnya sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Kondisi ini memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan memastikan kelancaran perayaan Natal tanpa gejolak ekonomi.

Bantuan beras ini tidak hanya dinilai sebagai upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah perayaan Natal dan Tahun Baru. Diharapkan, bantuan ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya dalam menciptakan kesejahteraan tetapi juga menekan angka inflasi di Kabupaten Sidoarjo.