Bangkalan – Berbagai daerah mengalami kekurangan vaksin jenis Sinovac. Namun demikian, di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, berbeda. Stok vaksin Sinovac di gudang farmasi milik Dinas Kesehatan masih banyak. Hakl kesadaran masrayakat rendah untuk mengikuti vaksin, akibat termakan berita hoaks.
Meski gencar serbuan vaksin dengan beberapa cara oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, namun target sebuan vaksin belum tercapai. Dari 785 ribu vaksin tahap satu di Bangkalan, namun baru tercapai 69 ribu delapan ratus vaksin. Kondisi lebih parah terjadi pada serbuan vaksin dosis dua. Kabupaten Bangkalan masih mencapai 34 ribu vaksin.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo, banyak masyarakat yang termakan atau menerima informasi yang salah tentang vaksin. Terdapat informasi yang beredar bahwa vaksin berbahaya dan banyak yang sakit parah setelah mendapat suntikan vaksin. Kabar burung tersebut membuat masyarakat di Bangkalan ketakutan untuk mengikuti vaksinasi.
Kondisi ini terjadi karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksin. Hal tersebut akibat masyarakat termakan isu isu hoaks yang kurang jelas masyarakat terima.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo, bersama tiga pilar, yakni polisi, TNI, dan Pemkab Bangkalan, sudah melakukan banyak upaya untuk memaksimalkan serbuan vaksin. Akan tetapi, kesadaran masyarakat yang rendah membuat serbuan vaksin di Bangkalan tidak sesuai target yang pemerintah tetapkan. (ab)







