Bangkalan – Inspektorat Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur memanggil Moh.Tajul yang mengamuk di Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan beberapa hari lalu. Hal ini lantaran istrinya meninggal sebab pelayanan yang kurang baik.
Tajul merupakan seorang Sekcam di Kecamatan Klampis Bangkalan. Ia mendapat panggilan Inspektorat Kabupaten Bangkalan lantaran mengamuk di Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu beberapa hari yang lalu.
Tajul mengamuk lantaran istrinya yang sedang hamil tujuh bulan meninggal dunia setelah menjalani perawatan karena terpapar Covid-19. Selama 6 hari di rumah sakit ia menduga pelayanan terhadap istrinya kurang maksimal, sehingga istrinya meninggal dunia.
Tajul berharap kepada inspektorat jangan hanya saya saja yang dipanggil. Ia meminta pihak rumah sakit untuk mendapat panggilan agar permasalahan ini jelas mana yang salah.
Sementara ini, Kepala Inspektorat Kabupaten Bangkalan memanggil saudara Tajul karena PNS di Kecamatan Klampis. Pemanggilan ini berdasarkan viral dan ramai di media. Sehingga inspektorat bisa tau penyebab yang sebenarnya. Terkait sanksi masih belum ada kejelasan.
Sebelumnya, Tajul mengamuk di rumah sakit karena tidak terima istrinya meninggal dalam keadaan hamil tujuh bulan. Selama lima hari menjalani perawatan sudah membaik, namun setelah di suntik sebanyak 4 kali, malamnya langsung sesak dan meninggal di esok harinya. (ab)







