Connect with us

Jawa Timur

Atasi Pinjaman Online, Wali Kota Kediri Hadirkan Koperasi RW

Diterbitkan

pada

Kediri – Semakin maraknya pinjaman online dan rentenir menjadi perhatian khusus Wali Kota Kediri. Untuk itu, Wali Kota Kediri berkolaborasi dengan Dekopinda untuk menghadirkan koperasi di setiap RW. Dengan begitu, masyarakat bisa mengakses keuangan dengan mudah. Hal ini Wali Kota Abdullah Abu Bakar sampaikan ketika menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan Koperasi RW, Koperasi Wanita, Koperasi Syariah, serta Koperasi Umum. Kegiatan tersebut terlaksana pada Selasa (19/10) di Kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri.

Wali Kota Kediri mengatakan, semakin banyak koperasi akan mengurangi jumlah rentenir. Sebaliknya, apabila koperasi jumlahnya sedikit, maka rentenir akan menjamur di mana-mana. Untuk itu, Wali Kota Kediri mendorong Dekopinda untuk meningkatkan perannya pada koperasi dan adaptif terhadap perubahan zaman. “Dekopinda juga harus terus bekerja untuk membesarkan koperasinya. Mengajak UMKM-UMKM untuk masuk ke dalam koperasi dan membuat terobosan baru supaya anak-anak muda mau mengenal koperasi,” pesan Wali Kota Kediri.

Bentuk peran Dekopinda salah satunya dengan menjaga eksistensi anggotanya terlebih di masa pandemi Covid-19. Hal ini terwujud dengan pemberian bantuan bagi anggota koperasi, pelaku UMKM, serta pelaku seni yang terdampak Covid-19. Total ada Rp106.675.000,- yang terbagikan ke 340 pelaku UMKM. Dengan rincian sebanyak 141 UMKM merupakan anggota koperasi dan 187 UMKM bukan anggota koperasi.

Wali Kota Kediri juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pengurus Dekopinda atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sekaligus mengingatkan agar Dekopinda dan seluruh masyarakat terus kompak di masa pandemi saat ini. “Covid-19 memang di luar dugaan kita dan harus kita hadapi bersama. Saya juga ingin mengingatkan bahwa hari ini kita masih pandemi, belum pasca pandemi. Maka kita harus pintar-pintar menyesuaikan diri. Bagaimana kita bisa mencari cara bagaimana kita hidup kreatif,” tandasnya.

Wali Kota Kediri menambahkan, Kota Kediri adalah kota dagang dengan potensi ekonomi yang sangat luar biasa. Sehingga hal ini harus dipahami dan dikembangkan bersama-sama. “Kita punya kota walaupun kecil tapi alhamdulillah sangat luar biasa dan patut kita syukuri serta kita isi bersama-sama. Saya dan teman-teman di Pemerintah Kota Kediri berharap koperasi di Kota Kediri ini besar dan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kita tetapkan bersama-sama,” tandasnya.

Pemberian bantuan oleh Wali Kota Kediri kepada masyarakat (19/10/2021). Dok: Muhtar Efendi.

Sementara itu, Muriati (68) warga RT 21 RW 7 Kelurahan Mojoroto yang merupakan salah satu penerima bantuan menceritakan dampak Covid-19 juga berimbas pada penghasilannya sebagai pedagang. Muriati yang kesehariannya berjualan jagung bakar di kawasan Sekartaji mengatakan omset jualannya menurun hingga 70% semenjak adanya pandemi Covid-19. Jika biasanya ia bisa mengantongi Rp150.000 sehari, kini setiap harinya ia hanya mendapat Rp25.000 hingga Rp50.000. Hal tersebut karena sepinya pengunjung. “Alhamdulillah ada rejeki, semoga Covidnya segera hilang dan jualan saya bisa lancar,” terangnya.

Mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pemberian bantuan terpusat  di tiga tempat dengan waktu yang berbeda. Yaitu, di kantor Dekopinda, Kelurahan Pesantren dan Kelurahan Setono Pande. Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Ketua Dekopinda Kota Kediri, Kepala Dinas Koperasi dan UMTK, Kepala Bagian Pemerintahan serta Camat Mojoroto.

Continue Reading
Advertisement

Jawa Timur

Terjun di Zona Merah, Tim Gabungan BPBD Kediri Berhasil Evakuasi Korban

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Lumajang – Tim Gabungan Relawan BPBD Kota Kediri diterjunkan di zona merah pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Sebelum keberangkatan, tim menggelar apel pemberangkatan tim SAR penyisiran dan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru Senin (6/12) di lapangan Desa Sumberwuluh. Tim SAR gabungan terdiri dari TNI, POLRI dan Relawan.

Pencarian korban difokuskan di zona merah Gladak Perak yang mengalami kerusakan paling parah. Di mana jembatan putus dan jalan tertutup material longsoran letusan.

Basarnas memberikan tugas kepada Tim Gabungan Relawan BPBD Kota untuk melakukan proses evakuasi di ring zona merah Gladak Perak karena daerah tersebut rawan luncuran lahar dingin awan panas dan longsoran material letusan.

Ketua DPD PEKAT IB, Roy Kurnia Irawan mengatakan, mereka melakukan proses evakuasi di zona merah. Setelah sampai di lokasi, tim langsung melakukan proses penyisiran dari rumah ke rumah mencari korban yang mungkin belum sempat mengungsi.

Namun, tiba-tiba terjadi luncuran lahar dingin dan awan panas disertai bau belerang. Usai tim melakukan koordinasi dengan Ketua FPRB, Joko/Aji, tim memutuskan membawa sekitar 20 warga (lansia, wanita dan balita) untuk kembali ke posko pengungsi.

Selama dua hari di zona merah tim berhasil mengevakuasi sekitar 30 warga dengan menggunakan ambulance dan mobil evakuasi milik BPBD. (red)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: