spot_img
Selasa, Maret 10, 2026
Beranda Internasional Akibat Demo Anti Lockdown, Australia Terpaksa Memperpanjang Lockdown

Akibat Demo Anti Lockdown, Australia Terpaksa Memperpanjang Lockdown

231

Melbourne, Australia – Hari ini (25/7/2021) New South Wales mencatat peningkatan  Kasus COVID-19 tertinggi kedua tahun ini, hal ini mulai mengkhawatirkan akibat gelombang infeksi baru, setelah ribuan orang ikut bergabung dalam protes anti-lockdown kemarin.

“Sehubungan dengan protes kemarin, dapat saya katakan saya malu. Itu menghancurkan hati saya,” kata Gladys Berejiklian, perdana menteri negara bagian terpadat di negara itu, kepada wartawan.

“Saya berharap itu tidak menjadi kemunduran dalam penaganan Covid ini, tapi apapun itu bisa terjadi,” tambahnya.

Saat ini Ada 141 kasus COVID-19 yang dilaporkan, terjadi penurunan dari hari sebelumnya. Wabah, yang dimulai pada bulan Juni kemarin, disebabkan oleh varian virus Delta yang sangat mudah menular, dan sekarang telah menginfeksi 2.081 orang di New South Wales. Sekarang Ada 43 orang yang dirawat intensif, ada kenaikan dari sehari sebelumnya  yang semula dirawat intensif hanya 37 orang.

Perdana Menteri Scott Morrison yang sempat dikecam akibat peluncuran vaksin yang lambat, mengatakan lebih banyak pasokan vaksin tidak menjamin New South Wales bebas dari lockdown, tetapi yang dibutuhkan adalah lockdown yang efektif dan ditegakkan dengan benar.

“Biar saya perjelas untuk mengendalikan ini  tidak ada alternatif selain lockdown di New South Wales. Tidak ada peluru ajaib untuk masalah ini,” kata Morrison kepada wartawan pada konferensi media yang disiarkan televisi setempat.

Dia menyebut protes anti-lockdown di Sydney itu sembrono dan merugikan diri sendiri. Sementara Berejiklian dan para pemimpin negara bagian lainnya menyalahkan Canberra atas peluncuran vaksin yang lambat, para kritikus mengatakan NSW tidak tegas untuk melockdown warganya, dan menyebabkan menyebarnya  varian Delta ke negara bagian lain.

Setidaknya 38 dari kasus baru di NSW akan menyebabkan penyebaran virus yang lebih besar, kata otoritas kesehatan setempat.

Jumlah kasus seperti itu tetap tinggi bahkan setelah empat minggu Sydney melakukan lockdown, sekarang diperkirakan lockdown akan diperpanjang.

Negara bagian NSW melaporkan terjadi dua kematian dalam semalam, termasuk seorang wanita berusia 30-an yang tidak diketahui penyebab kematiannya.

Meskipun berjuang dengan lonjakan infeksi yang begitu tinggi, Australia saat ini telah berhasil mengendalikan sebagian besar epidemic, menurut data dari otoritas setempat saat ini total sekitar 32.600 kasus terinfeksi dan 918 kasus kematian.

Untuk membantu mempercepat vaksinasi di Sydney, penasihat resmi pemerintah, Australian Technical Advisory Group on Immunization (ATAGI), pada hari Sabtu menyarankan mempercepat pemberian vaksin AstraZeneca, dan berharap kepada masyarakat di kota yang berusia di bawah  60 tahun untuk  divaksinasi.

sebelumnya ATAGI menyarankan agar vaksin AstraZeneca tidak diberikan untuk orang di bawah 60 tahun karena kekhawatiran akan terjadi pembekuan darah.

“Dalam konteks risiko COVID-19 saat ini di NSW dan dengan kendala pada pasokan vaksin Comirnaty (Pfizer), semua orang dewasa di Sydney dan sekitarnya harus mempertimbangkan manfaat dari Vaksin COVID-19 AstraZeneca daripada menunggu vaksin alternatif,” kata ATAGI.

Morrison mengatakan bahwa pemerintah telah mendapatkan tambahan 85 juta dosis vaksin Pfizer, tetapi vaksin ini akan dikirimkan pada tahun 2022 dan 2023.(reuters/red)