Beranda Berita Ajengan masuk sekolah cegah radikalisme

Ajengan masuk sekolah cegah radikalisme

38
0

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menambahkan program muatan lokal di tingkat sekolah menengah atas sederajat di Jawa Barat. Program yang bernama ajengan masuk sekolah itu, akan dimulai di tahun ajaran 2019 mendatang. Hal itu dilakukan untuk menangkal paham radikalisme di kalangan pelajar.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menginisiasi program ajengan masuk sekolah di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung, kamis siang.

Program muatan lokal ini akan dimulai di tahun ajaran 2019 mendatang, dengan melibatkan para ajengan atau ustadz dari berbagai pondok pesantren.

Setiap ajengan akan memberikan materi agama kepada guru dan siswa di tingkat sekolah menengah atas sederajat, dengan materi yang telah disesuaikan oleh kementerian agama.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, berdasarkan laporan Kanwil Kementerian Agama disinyalir ada penyebaran paham radikal di lingkungan sekolah melalui guru agama.

Menurut Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, selain program moral dan akhlak, diberi juga materi pemahaman yang benar tentang islam. Ini karena penyebaran paham radikalisme disinyalir targetnya para siswa.

Program ajengan masuk sekolah ini akan terus dimatangkan hingga diberlakukan di pertengahan tahun 2019 mendatang.

Selain sekolah negeri, program ini akan mengarah ke sekolah swasta, dengan menganggarkan puluhan miliar rupiah, untuk keperluan mendatangkan narasumber atau ajengan ke sekolah-sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here