Beranda Berita Ajang kenalkan peninggalan sejarah kolonial belanda dan tingkatkan ekonomi kreatif kota malang

Ajang kenalkan peninggalan sejarah kolonial belanda dan tingkatkan ekonomi kreatif kota malang

81
0

Ajang kenalkan peninggalan sejarah kolonial belanda dan tingkatkan ekonomi kreatif kota malang

Sebagai ajang mengenalkan warisan sejarah peninggalan belanda serta meningkatkan indutri kreatif di kota malang, tiga kampung tematik yang berada di bibir sungai brantas, yakni kampung warna warni, kampung tridi dan kampung biru menggelar festival buk gluduk. Diharapkan festival yang pertama kali digelar tersebut bisa di kembangkan dan meningkatkan perekonomian dari sektor pariwisata.

Geliat wisata kota malang terasa hidup kembali dalam festival buk gluduk minggu 23 juni 2019 kemarin. Dalam festival yang baru pertama kali diselenggarakan festival mengusung tema budaya ini diadakan oleh tiga kampung tematik populer di kota malang, yakni kampung biru arema. Kampung warna-warni jodipan dan kampung tridi.

Wakil wali kota malang sofyan edi jarwoko turut hadir di tengah kemeriahan festival. Ia mengapresiasi kegiatan yang pembukaannya dilaksanakan di kampung warna-warni jodipan itu.

Edi menyampaikan, jumlah wisatawan yang terus bertambah dari tahun ke tahun menunjukkan jika kualitas wisata di kota malang semakin bagus. Disisi lain, festival ini diyakini bisa meningkatkan industri kreatif di kota malang.

Sementara itu, festival buk gluduk seraya mengenalkan seajrah peninggalan belanda. Dimana buk gluduk yang dulunya dibangun di era kolonial belanda yakni tahun 1941 yang menjadi jembatan rel kereta api, kini menjadi jelmbatan penguhubung antara jalan panglima sudirman hingga jalan gatot subroto.

Selain mengenalkan sejarah, dalam festival ini, warga juga melakukan safari tour tiga kampung tematik, yang dimulai dari kampung warwarni jodipan, menuju kampung tridi dan berakhir di kampung biru arema.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

55 − = 50