84 Petugas Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia, Kemenkes dan BPJS Ketenagakerjaan Rekomendasikan Skrining Kesehatan Sebelum Rekrutmen

20

Jakarta, MADU TV – Kementerian Kesehatan dan Direktur Utama BPJS turut berpartisipasi dalam konferensi pers bersama terkait perkembangan kesehatan petugas penyelenggara Pemilu. Sebanyak 84 petugas penyelenggara pemilu dilaporkan meninggal dunia. Kementerian Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk menyempurnakan skrining kesehatan dan melakukan peningkatan sebelum proses rekrutmen, acara tersebut diselenggarakan di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (19/2/2024).

Berdasarkan monitoring Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap situasi petugas penyelenggara pemilu, terutama pada puncak periode berat antara tanggal 14 hingga 18 Februari 2024 pukul 23.58 WIB, KPU mencatat bahwa terdapat 71 orang meninggal dunia dan 4.567 orang sakit. Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melaporkan bahwa terdapat 13 anggota di daerah yang meninggal dunia. Total petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia mencapai 84 orang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan belasungkawa. Namun, ia juga menyebutkan bahwa kematian petugas pemilu pada tahun 2024 hanya mencapai 16% dibandingkan dengan Pemilu 2019. Ia dan BPJS akan melakukan penyempurnaan skrining kesehatan dan merekomendasikan untuk melakukan skrining pada petugas pemilu sebelum pendaftaran.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, “Hal ini sebagai evaluasi bahwa, ketimbang Pemilu 2019, kematian petugas pemilu tahun 2024 ini hanya 16%. Pihaknya dan BPJS akan melakukan penyempurnaan skrining kesehatan dan merekomendasikan untuk melaksanakan skrining pada petugas pemilu sebelum pendaftaran.”

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Ali Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa hasil skrining menunjukkan bahwa data terbanyak petugas penyelenggara pemilu memiliki hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes melitus.

Dalam konferensi pers tersebut turut hadir Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Moeldoko, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Anggota Bawaslu Herwyn J. H. Malonda, dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Ali Ghufron Mukti.