
Sidoarjo – Pernyataan ini disampaikan oleh ketua pimpinan cabang gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Rizza Ali Faizin disela-sela acara PKD. Dan Diklatsar Ansor Banser PAC gerakan Pemuda Ansor dan Satkoryon Banser Wonoayu di MI Bahrul Ulum Desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.
Ketua pimpinan cabang gerakan pemuda Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin mengatakan, PKD dan Diklatsar merupakan gerbang pertama dan utama di Ansor Banser. Sejak kepemimpinannya, antusias pemuda di Sidoarjo meningkat.
Pada periode pertama, ada 33 PKD dan Diklatsar. Sedangkan di periode kedua, ada 15 PKD dan 14 kali Diklatsar. Artinya sekitar 4000 pemuda di Sidoarjo bergabung di Ansor Banser.
4000 pemuda Sidoarjo tersebut berduyun-duyun masuk di Ansor Banser, tidak hanya formalitas. Karena sudah dilakukan screening seminggu sebelumnya. Jadi sudah siap lahir batin atau jasmani rohani.
Selama beberapa hari, para pemuda ini diberikan materi PKD dan Diklatsar sesuai dengan SOP dari pusat. Banser digembleng tidak hanya keilmuan tetapi juga fisik. Sementara Ansor diberikan ilmu kerohanian, tahajud dan berdzikir di Masjid terdekat. Selain itu, ada tambahan materi seperti UMKM dan yang paling penting adalah ideologi Aswaja An-Nahdliyah.
Bukan hanya ideologi Aswaja An-Nahdliyah, paham yang berlawanan juga disampaikan, untuk membedakan dan memilih aliran yang disampaikan oleh pendakwah. Sehingga dapat diantisipasi sikap atau kegiatan, agar tidak terjadi hal hal yang tak diinginkan.
Jika ditemukan adanya aliran yang tak sepaham dengan Aswaja An-Nahdliyah, sesuai dengan SOP Ansor Banser akan koordinasi dengan pihak kepolisian. Ansor Banser siap membantu pihak kepolisian jika dibutuhkan.(red)







