Beranda Regional Malang Kementerian pariwisata dorong pelaku usaha kembangkan desa wisata berbasis kearifan lokal

Kementerian pariwisata dorong pelaku usaha kembangkan desa wisata berbasis kearifan lokal

152
0

Trainer atau pelatih dalam pemgembangan desa wisata memiliki peran yang sangat vital, pasalnya melalui merekalah desa wisata dapat terus berbenah untuk berkembang.

Oleh karena itu kementerian pariwisata menggelar kegiatan training of trainers di bidang homestay dalam rangka pengembangan desa wisata.

Sebagai  wujud dukungan kementerian pariwisata terhadap pengembangan desa wisata. Bertempat  di salah satu hotel di kota Malang,  digelar kegiatan training of trainers dibidang homestay. Kegiatan  ini digelar selama 4 hari, yakni sejak tanggal 19 hingga 22 November 2018.

Berbagai  materi diberikan dalam kegiatan ini  meliputi, manajemen, keuangan dan pemasaran. Strategi  promosi  penyajian makanan tradisional dan pemberian pelayanan yang prima dalam kegiatan ini peserta akan dididik menjadi trainer atau pelatih dalam pengelolaan homestay agar dapat mewujudkan desa wisata di wilayah masing-masing.

Menurut  pejabat fungsional umum yang mewakili asisten deputi pengembangan s-d-m pariwisata dan hubungan antar lembaga. Ujang  Sobari mengatakan kementerian pariwisata sangat konsen dalam pengembangan desa wisata.

Oleh  karena itu kementerian pariwisata terus mendorong kepada penggiat homestay untuk mewujudkan desa wisata.  Pasalnya   hingga saat ini  desa wisata selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara  khususnya desa wisata yang berada di wilayah Bromo Tengger Semeru, seperti kabupaten dan kota malang, probolinggo, batu , pasuruanm dan lumajang dengan wisata budaya dan wisata adatnya.

Untuk  diketahui perkembangan desa wisata terus mengalami peningkatan seperti desa wisata pujon kidul, desa budaya ngadas,  ranupane di Lumajang, wisata tosari di Pasuruan dan ngadisari di di Probolinggo.

Oleh  karena itu dengan kegiatan ini diharapkan peserta dapat menjadi trainer bagi penggiat desa wisata yang lain agar masyarakat tak hanya menjadi penonton, namun juga dapat menjadi pelaku wisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 6 = 15