
Yogyakarta – Tenaga kesehatan atau nakes dapat terpapar Covid-19. Penyediaan ruang isolasi yang ada di rumah sakit pun mulai penuh sesak. Bangunan Wisma Mardliyah Islamic Center, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, kini beralih fungsi menjadi selter bagi pasien Covid-19. Tempat ini dapat menampung para nakes di Yogyakarta untuk melakukan isolasi.
Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Panut Mulyono, meresmikan bangunan baru Mardliyah Islamic Center atau MIC sebagai selter bagi pasien Covid-19. Belum secara sah sebagai bangunan baru, Wisma MIC UGM ini beralih fungsi menjadi selter Covid-19, dengan pertimbangan untuk penanganan dan antisipasi lonjakan pasien Covid-19, khususnya di Yogyakarta.
Selter yang mendapat pengelolaan RSUP DokterSardjito bersama RSA UGM ini, mampu menampung hingga 269 pasien.
Tidak hanya untuk masyarakat yang terpapar Covid-19 saja, namun selter MIC UGM, yang letaknya berada di selatan rumah sakit Dokter Sardjito ini, juga berguna bagi karyawan kesehatan RSUP Dokter Sardjito, terutama yang bertugas di penanganan Covid-19.
Penyediaan ruang isolasi bagi karyawan kesehatan sangat penting, terlebih bagi karyawan yang enggan pulang ke rumah karena berisiko penularan paparan Covid-19 terhadap keluarga dan lingkungannya.
Selain itu, keberadaan selter MIC UGM ini dapat menampung pasien bergejala ringan. Sehingga, dapat membantu penumpukan pasien di rumah sakit. Khususnya tempat tidur di RSUP Dokter Sardjito, dapat terfokus untuk pasien bergejala sedang dan berat, yang membutuhkan tindakan medis intensif. (nn)








