
Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana ntuk membangun jembatan udara ke kota utara Mazar-i-Sharif di Afghanistan. Rencana itu untuk mengantisipasi pasokan medis yang akan habis dalam beberapa hari di negara itu.
Peralatan trauma dan persediaan darurat untuk rumah sakit, serta obat-obatan untuk mengobati kekurangan gizi kronis untuk anak-anak termasuk salah satu barang prioritas. Direktur darurat regional WHO, Rick Brennan, mengatakan gambaran kebutuhan medisย saat ini sangat besar dan terus bertambah.
Setidaknya satu pembom bunuh diri ISIS menewaskan 85 orang, termasuk 13 tentara Amerika Serikat. Pengeboman itu terjadi di luar gerbang bandara Kabul dengan dua ledakan bersamaan pada Kamis malam (26/8).
โSaat ini karena masalah keamanan dan beberapa pertimbangan operasional lainnya, bandara Kabul tidak akan menjadi pilihan. Setidaknya sampai minggu depan,โ kata Brennan yang berbicara dari Kairo, pada pengarahan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Jumat.
โSalah satu masalah yang kami miliki di Afghanistan adalah tidak ada otoritas penerbangan sipil yang beroperasi, namun kami bekerja dengan Pakistan khususnya dalam konteks bandara Mazar-i-Sharif. Sebab ini mereka dapat bekerja dengan kontak di lapangan yang semua kebutuhannya diperlukan. Langkah-langkah untuk mendaratkan pesawat, untuk mendaratkan pesawat kargo, bisa terlaksana,” tambahnya.
Tarif asuransi untuk terbang ke Afghanistan telah “melonjak dengan harga yang belum pernah kita lihat sebelumnya”, kata Brennan.
“Jadi kami mencoba untuk melewati rintangan itu saat ini dan setelah kami membahasnya, semoga kami akan mengudara dalam 48 hingga 72 jam ke depan,” tutur dia.
Sementara itu, Turki belum membuat keputusan akhir tentang permintaan Taliban untuk membantu menjalankan bandara Kabul setelah pasukan asing menarik diri karena masalah keamanan dan ketidakpastian di Afghanistan.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada Jumat bahwa pembicaraan masih berlangsung. (antara/ydp)








