
MADIUN, MADUTV – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, berbagai jajanan khas Lebaran mulai diburu masyarakat. Salah satu kuliner tradisional yang tetap bertahan dan selalu dicari adalah madu mongso, camilan manis berbahan dasar ketan hitam yang memiliki rasa legit dan aroma khas.
Di Kota Madiun, usaha madu mongso legendaris “Wahyu Temurun” yang berada di Jalan Timbangan, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, mengalami lonjakan pesanan yang cukup signifikan menjelang Lebaran tahun ini. Permintaan datang tidak hanya dari warga Madiun, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar kota.
Di rumah produksi ini, para pekerja tampak sibuk mengolah ketan hitam yang menjadi bahan utama pembuatan madu mongso. Proses pembuatannya terbilang cukup panjang dan membutuhkan ketelatenan. Ketan hitam terlebih dahulu difermentasi selama beberapa hari hingga berubah menjadi tape.
Setelah proses fermentasi selesai, tape ketan kemudian dimasak bersama gula dan bahan lainnya dalam wajan besar. Proses memasak ini membutuhkan waktu cukup lama dan harus terus diaduk agar adonan tidak gosong. Dari proses inilah terbentuk tekstur madu mongso yang lembut dengan cita rasa manis legit yang khas.
Setelah adonan matang, madu mongso kemudian didinginkan sebelum dipotong kecil-kecil. Potongan tersebut lalu dibungkus menggunakan kertas warna-warni yang menjadi ciri khas jajanan tradisional ini sejak dahulu.
Pemilik usaha, Danuk Sri Arini, mengatakan bahwa usaha madu mongso yang dikelolanya merupakan usaha keluarga yang telah berjalan secara turun-temurun. Resep yang digunakan hingga saat ini masih mempertahankan cara tradisional sehingga cita rasanya tetap terjaga.
Menurutnya, bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran selalu menjadi masa paling sibuk bagi produksi madu mongso. Pada hari-hari biasa, produksi hanya mencapai puluhan kilogram. Namun menjelang Idul Fitri, produksi bisa meningkat drastis hingga mencapai sekitar satu ton untuk memenuhi pesanan pelanggan.
Pesanan tersebut datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pedagang yang kembali menjualnya sebagai hidangan khas Lebaran. Tak sedikit pula pelanggan yang membeli madu mongso untuk dijadikan oleh-oleh bagi keluarga di kampung halaman.
Meski saat ini banyak bermunculan camilan modern, madu mongso tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Rasa manis dan legit yang khas, serta nilai tradisi yang melekat, membuat jajanan ini selalu dirindukan, terutama saat momen berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri.
Bagi masyarakat Madiun, madu mongso bukan sekadar camilan, melainkan juga bagian dari warisan kuliner yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Setiap potongnya menghadirkan rasa manis yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga menghadirkan nostalgia akan tradisi Lebaran yang hangat dan penuh kebersamaan. (Rie)








