
Pamekasan – Puluhan warga yang tergabung dalam barisan elemen rakyat melakukan aksi di depan Kantor Kementrian Agama Pamekasan, Jawa timur, Senin (01/08/2023).
Massa aksi ini menutut kepada pihak Kemenag untuk mengklarifikasi soal pemotongan uang insentif guru madrasah dan dugaa korupsi penjualan buku.
“Hasil kajian kami lewat kelompok kerja madrasah, Kemenag Pamekasan diduga menjual buku terhadap lembaga di bawah naungannya, seperti RA, MI, MTS, MA,” ungkap Mif, Korlap Aksi.
Menurutnya, dalam aturan kelompok kerja madrasah Nomor 5852 tahun 2020 tentang juknis kelompok kerja madrasah bahwa tidak ada aturan untuk menjual buku ke lembaga di bawah naungan Kemenag.
“Atas dasar dari kajian mendalam, ternyata oknum kemenag dugannya tidak hanya melakukan transaksi penjualan buku, melainkan juga diduga memotong sebesar 10 persen terhadap lembaga yang mendapatkan bantuan Iisentif guru melalui korden dengan ancaman jika ada lembaga yang tidak mau membayar pemotongan tersebut tidak akan mendapatkan bantuan pada tahun selanjutnya,” terangnya.
Maka dari puluhan warga ini demo kantor Kemenag Pamekasan dalam rangka meminta klarifikasi tentang dugaan tersebut.(riz)








