
Bangkalan – Ular piton dengan ukuran tiga meter sering meresahkan warga di Kelurahan Mlajah, Kabupaten Bangkalan. Belasan ekor ayam milik warga menjadi korban ulah hewan melata ini, bahkan ada yang dihargai hingga enam ribu rupiah per ekor.
Slamet Jufriadi, bersama ayah dan adiknya, berhasil menangkap seekor ulat piton sepanjang empat meter di pekarangan belakang rumahnya di Kampung Sigitan, Kelurahan Mlajah, Bangkalan, Madura.
Ular yang juga dikenal sebagai sanca kembang ini tampak berusaha menggeliat dan melawan, namun kekuatannya tak mampu mengalahkan tenaga tiga orang dewasa yang menangkapnya.
Slamet menceritakan bahwa awalnya dia kaget saat mendengar suara berisik dari kandang ayam di belakang rumah. Setelah diperiksa, Slamet melihat seekor biawak besar terluka di bagian leher dan dalam kondisi lemas. Pemeriksaan lebih teliti mengungkap keberadaan ulat piton cukup besar di dekat biawak tersebut.
Slamet kemudian memanggil ayah dan adiknya untuk menangkap ulat tersebut. Setelah perjuangan, mereka berhasil menaklukkan hewan melata yang telah lama membuat kesal keluarganya.
Ular ini diketahui telah memangsa ayam-ayam peliharaan keluarga Slamet. Dalam seminggu, selalu ada satu ekor ayam indukan yang hilang dimangsa oleh ulat ini. Bahkan, dalam satu momen, empat ekor ayam sekaligus menjadi mangsa ulat tersebut.
Salah satu yang membuat kesal warga adalah salah satu ayam yang hilang dimangsa adalah ayam yang sudah ditawar dan siap dibeli orang seharga enam ratus ribu rupiah. Slamet dan adiknya awalnya ingin langsung mencincang ulat piton ini sebagai pembalasan, namun mereka merasa kasihan saat melihat ulat tersebut lemas dan menyerah.
Setelah ulat yang cukup besar ini berhasil ditangkap, sejumlah warga datang untuk sekadar menonton, termasuk anak-anak kecil yang tak takut mendekat maupun memegang ulat ini. Bahkan, ulat ini menjadi objek untuk foto-foto.








