
Kediri – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah kembali berperan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tim dari ITS melakukan uji geolistrik di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, untuk mengetahui sebaran air yang tercemar. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan warga seputar kualitas air di sekitar wilayah RT 5 RW 2.
Pengujian ini melibatkan tim ahli dari ITS yang telah menancapkan perangkat geolistrik dengan jarak sekitar dua meter dalam tanah. Kemudian, listrik dialirkan melalui perangkat ini untuk mengidentifikasi dampak pencemaran air yang ada.
Kepala Kelurahan Tempurejo, Bapak Oryza Mahendra, menyambut baik upaya kolaborasi ini. Beliau menjelaskan bahwa pihak kelurahan hanya dapat mendampingi dalam proses ini, dan informasi lebih lanjut mengenai masalah ini dapat diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkot Kediri.
Selama proses pengujian, air di sekitar RT 5 RW 2 ditemukan tercemar dan memiliki warna hitam serta bau seperti bahan bakar motor. Hasil pengujian geolistrik ini diharapkan akan memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai daerah yang terdampak pencemaran air di lingkungan tersebut.
Pengujian ini menunjukkan komitmen ITS dalam berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini adalah contoh nyata bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki peran yang penting dalam menjaga alam dan kualitas hidup warga. Semoga hasil pengujian ini dapat memberikan panduan bagi langkah selanjutnya dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kota Kediri.
ITS, sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia, terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Semoga upaya mereka dapat menginspirasi pihak-pihak lain untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di seluruh negeri.








