
Kediri – Progres pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung nampak terlihat. Mulai survey lokasi maupun terkait survei pengukuran tanah diwilayah Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Lokasi survei berada di Desa Semen, Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.
Pihak tenaga ahli terlihat melakukan pengukuran survei lokasi pengecekan titik lokasi jalan tol.
Kapolsek Semen AKP. Siswandi saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, sejauh ini masih sebatas rapat dan lokasi di wilayah Kecamatan Semen ada lima titik.
“Lebih tepat dan pastinya Pak Camat Mas desa mana aja yang dilewati,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Semen Sukemi mengungkapkan, ada lima titik di wilayahnya di antaranya, Semen, Titik, Sidomulyo, Puhrubuh, Bobang.
“Ada lima di wilayahnya dan sejauh ini masih terus rapat koordinasi,” terangnya.
Dari laman resmi ‘simpulkpbu’ Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjelaskan, tol Kediri – Tulungagung merupakan proyek KPBU unsolicited yang diusulkan PT Gudang Garam Tbk. Proyek ini kelanjutan dari jalan Tol Kertosono – Kediri.
Proyek ini tergolong Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan aturan Perpres No. 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
Tol Kediri–Tulungagung direncanakan memiliki panjang 44,51 kilometer dengan masa konsesi 50 tahun melalui skema user charge. Kehadiran jalan tol tersebut diharapkan dapat mempermudah akses menuju kawasan Jawa Timur bagian selatan.
Proyek KPBU Jalan Tol Kediri–Tulungagung merupakan perwujudan komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur di Indonesia untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah. Pengerjaan tol itu juga diharapkan bisa memberikan manfaat langsung, maupun tidak langsung kepada masyarakat.
Manfaat langsung yang nantinya dapat dirasakan masyarakat dari proyek KPBU jalan tol itu adalah dapat menurunkan biaya operasional kendaraan dan nilai waktu, serta mengurangi waktu tempuh ke Bandara Kediri.
“Selain itu terkait manfaat tidak langsung dari proyek jalan tol tersebut juga adalah peningkatan pendapatan atas produksi wilayah setempat. Dikarenakan untuk kelancaran mobilitas hasil produksi, serta meningkatnya nilai lahan yang sejalan dengan terbangunnya kawasan di sekitar jalan tol tersebut,” kata Reni Ahiantini, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR dilansir Antara. (me)








