spot_img
Jumat, Maret 20, 2026
Beranda Jawa Timur Sigap 24 Jam Nonstop, Pengabdian Tim Pemulasaran Polresta Malang untuk Masyarakat

Sigap 24 Jam Nonstop, Pengabdian Tim Pemulasaran Polresta Malang untuk Masyarakat

319

Malang – Tim Pemulasaran jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota layak mendapat acungan jempol kembali. Selama 24 jam Nonstop, mereka selalu sigap dan cekatan. Utamanya dalam merespon segala keluhan serta laporan terkait keluarga pasien meninggal akibat Covid-19. Hal tersebut terbukti, hanya dalam waktu kurang dari 15 menit setelah keluarga pasien melaporkan bahwa ada pasien Covid meninggal, Tim Pemulasaran Polresta Malang Kota langsung menerjunkan tim dari Polsek Klojen menuju lokasi kejadian. Padahal jenazah sudah 13 jam terbengkalai karena tak kunjung Rumah Sakit terdekat tangani.

Menurut Ardi, keponakan pasien, pamannya yang bernama Susilo, 60 tahun, warga RT 02 RW 02 Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, sudah meninggal sejak Jumat. Tepatnya dini hari pukul 01.00 WIB. Hingga pukul 14.00 WIB terbengkalai di rumahnya. Berbagai cara pihak keluarga lakukan untuk mencari bantuan. Termasuk ke RS terdekat seperti RS Syaiful Anwar dan Lavalete, namun bantuan pun tak kunjung tiba.

Menurut Nonot, Ketua RT 02, RS berjanji akan mengambil jasad pasien pukul 09.00 WIB, . Akan tetapi, setelah mereka menunggu hingga pukul 12.00 WIB, tak ada kabar. “Hingga pukul 13.00 WIB, Satgas Covid tingkat Kelurahan juga tak bisa memastikan. Hal ini karena kewenangan Satgas Covid Kelurahan sebatas menyampaikan kejadian di wilayahnya. Semua kebijakan ada di RS terdekat,” terang Hendra kepada Nurhadi Ketua RW 02.

Pemulasaran Jenazah oleh tim Polsek Klojen. Dok: Muhtar Efendi.

Hingga akhirnya, salah satu keluarga pasien berinisiatif untuk menghubungi pihak Polresta Malang Kota. Usaha itupun akhirnya membuahkan hasil. Hanya berselang 15 menit pasien langsung tim angkut ke RS untuk pemulasaraan sesuai protokol Covid-19.

Menurut AKP Suhadak, Kasat Intel Polresta Malang Kota, pihaknya mendapat laporan dari keluarga pasien. Ia pun langsung bertindak cekatan dengan menerjunkan tim dari Polresta dan Polsek Klojen untuk segera melakukan penanganan pasien. “Kami wajib untuk selalu siaga 24 jam nonstop menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di tengah-tengah masyarakat.” terang AKP Suhadak.

Tangis serta kebingungan yang pihak keluarga alami pun seketika terhenti. Pihak Tim Pemulasaran dari Polresta Malang Kota turun tangan. “Terima kasih pak polisi, kami mewakili keluarga pasien mengucapkan terima kasih.” ujar Nurhadi ketua RW 02 Kelurahan Samaan, ketika tim jurnalis temui di lokasi.

Situasi dalam satu minggu terakhir di Kota Malang, tidak kurang terdapat 54 jenazah per hari yang harus petuggas makamkan. Hal tersebut mengharuskan tim pemulasaran Polresta Malang Kota bekerja nonstop 24 jam. Sementara itu, Aiptu Abdillah, yang juga sebagai anggota tim pemulasaran jenazah menyampaikan, jika ia bersama tim terus bekerja hingga larut malam. Bahkan kemarin (9/7) baru selesai pukul 00.00 wib.

“Besok pagi kami juga masih bertugas di kantor seperti biasa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.” terangnya. Tak lupa, Aiptu Abdillah pun berpesan dan memberikan imbauan pada masyarakat agar patuh aturan pemerintah. Terutama dalam masa PPKM Darurat saat ini. “Tetap jalankan prokes, patuhi segala peraturan, dan ketetapan pemerintah dalam masa PPKM Darurat ini. Jangan biarkan perjuangan kita semua sia-sia dalam menghadapi pandemi ini.” pungkasnya. (me)