KEDIRI, JAWA TIMUR – Ribuan santri dari Pondok Pesantren Wali Barokah di Kota Kediri menggelar Salat Istisqo pagi ini, dengan harapan agar hujan segera turun. Musim kemarau yang berkepanjangan telah mengakibatkan sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami kekeringan yang serius.
Sebanyak 4 ribu santri dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri turut serta dalam Salat Istisqo yang diadakan di area pondok. Mereka bersama-sama berdoa agar Allah SWT mengirimkan hujan yang sangat dibutuhkan. Kekeringan telah melanda wilayah Jawa Timur selama 10 bulan terakhir, dan inilah saat yang tepat untuk memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa.
Salat Istisqo ini dilaksanakan dalam dua rakaat, diikuti oleh khotbah dan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun. Perlu dicatat bahwa Salat Istisqo di Pondok Pesantren Wali Barokah ini merupakan yang pertama kali dilakukan dalam 30 tahun terakhir. Ini juga merupakan praktik ilmu yang diajarkan kepada para santri.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menjelaskan bahwa Salat Istisqo ini adalah tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Timur terkait bencana kekeringan yang melanda daerah ini. DPD LDII Jawa Timur telah memberikan instruksi kepada 62 pondok pesantren di bawah naungan LDII untuk menggelar Salat Istisqo secara serentak.
Akibat kemarau yang panjang, sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Probolinggo, Bangkalan, dan Pamekasan telah mengalami kekeringan sehingga harus menerima droping air bersih. Namun, di Kota Kediri, meskipun mengalami kemarau panjang, masih ada pasokan air yang mencukupi.
Semoga Salat Istisqo ini menjadi momen yang membawa berkah, dan hujan segera turun untuk menyelamatkan wilayah Jawa Timur dari kekeringan. Masyarakat bersatu dalam doa, percaya bahwa Allah SWT akan mengabulkan permohonan mereka. Semangat optimisme dan harapan terhadap hujan yang akan datang selalu membara di hati warga Jawa Timur.








