Nganjuk – Ratusan warga Desa Ngrombot dan Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, menggelar aksi demo di depan Pendopo Kabupaten Nganjuk. Para warga yang tergabung dalam masyarakat cinta damai ini, menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk kembali melanjutkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di desanya. Sebab, dalam pelaksanaannya program tersebut sempat dihentikan sementara oleh Plt
Warga juga mendesak Pemkab Nganjuk untuk mengambil tindakan tegas kepada sekelompok oknum masyarakat yang membuat resah warga. Warga menilai, sekelompok oknum masyarakat tersebut sangat merugikan bahkan mengganggu sistem pemerintahan di desanya.
Isdamarni, Ketua Panitia PTSL Desa Ngepung menjelaskan, para warga dari Desa Ngepung dan Desa Ngrombot telah sepakat melaksanakan program PTSL dengan biaya yang disepakati bersama oleh warga dan panitia. Namun, karena adanya oknum sekelompok masyarakat yang mengganggu proses tersebut, membuat Pemkab Nganjuk memberhentikan sementara program PTSL ini. Untuk itu, warga pun mendesak Plt Bupati Nganjuk untuk kembali memberikan izin pelaksanaan program PTSL tersebut.
Menindaklanjuti tuntutan warga, Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi bersama sejumlah dinas terkait langsung melakukan mediasi kepada warga. Dalam mediasi tersebut, para warga dan Plt Bupati Nganjuk sepakat untuk kembali melanjutkan program PTSL. Pihaknya mengaku, terpaksa menghentikan sementara program tersebut agar suasana di dua desa kembali kondusif.
Usai menyampaikan aspirasinya, para warga membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing secara tertib dan dikawal ketat pihak kepolisian. (sh)








