Banyuwangi – Resah dengan rusaknya jalan desa akibat aktivitas galian C yang berada di Desa Bedewang. Puluhan warga Dusun Krajan Timur, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon. Banyuwangi melakukan aksi protes dengan menutup akses jalan bagi kendaraan dump truk pada rabu pagi. Aksi yang tidak sampai berujung pada tindakan anarkis tersebut reda setelah beberapa pemilik tambang Galian C bersedia melakukan pemadatan jalan. Dan aktivitas tambang berhenti selama satu hari.
Plang bertuliskan dump truk stop di pasang tepat di perempatan jalan penghubung tiga desa. Oleh warga Dusun Krajan Timur, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon. Sebagai bentuk protes atas aktivitas Galian C di Desa Bedewang yang menjadi salah satu penyebab jalan di wilayah mereka rusak parah. Lantaran kendaraan dump truk yang sering lalu lalang. Dan rusaknya jalan juga menjadi biang kerok sering terjadi kecelakaan di jalan tersebut.
Aksi protes yang mereka lakukan sejak pukul 5 WIB tersebut. Juga sempat mendatangi perwakilan pemilik tambang. Untuk memenuhi tuntutan mereka agar segera memperbaiki jalan yang rusak.
Aksi yang tidak berujung pada tindakan anarkis tersebut reda setelah beberapa pemilik tambang memenuhi tuntutan untuk melakukan pemadatan jalan dengan menggunakan eskavator. Dan aktivitas tambang berhenti selama satu hari agar proses pemerataan tidak terhambat.
Hadi Yitno salah satu perwakilan warga menuturkan, kendaraan lainnya tetap diperbolehkan melintas. Hanya kendaraan bermuatan pasir yang dilarang oleh warga untuk melintas. Pihaknya menuntut agar kendaraan yang selama ini overload untuk tidak melintas.
Sementara itu, selain Desa Parangharjo sendiri,pemerataan jalan menggunakan eskavator juga dilakukan di wilayah Desa Songgon yang juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Warga meminta agar kondisi jalan menjadi perhatian penuh pemerintah daerah, karena sering menjadi korban dari aktivitas Galian C. (aw)








