spot_img
Rabu, Maret 25, 2026
Beranda Jawa Timur Polkesma Beri Pendampingan Bumil dan Balita, Turunkan Angka Stunting dan Wasting

Polkesma Beri Pendampingan Bumil dan Balita, Turunkan Angka Stunting dan Wasting

230
Sumber : Hasil tangkapan layar Youtube MaduTV official

Kediri – Desa Keniten Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri merupakan wilayah binaan Poltekkes Kemenkes Malang yang akan dilakukan pendampingan selama kurang lebih satu bulan dalam program penurunan stunting.

Kegiatan pendampingan di wilayah binaan untuk ini bertujuan meningkatkan kesehatan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, penurunan angka stunting dan wasting di Desa Keniten.

Sri Winarni Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Malang, berharapan dengan bersama-sama membangun kesehatan masyarakat, anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa, sehingga ini yang harus kita dampingi.

Selain itu, gerakan dari poltekkes Malang ada di 9 wilayah, salah satunya di Kab kediri. Meliputi wilayah Jember sampai Ponorogo. Kegiatan pembinaan ini akan dilakukan terus dan berkelanjutan paling tidak mendampingi selama 3 tahun.

Ditambahkan, Susanti Pratamaningtyas selaku Ketua Program Study Kebidanan Kediri, dirinya mengungkapkan untuk sasaran balita wasting dan stunting yang sudah hadir ada 35 balita. Akan melakukan pendampingan bagi balita yang bermasalah agar bisa mengalami tumbuh kembangnya lebih baik lagi.

Dalam kegiatan tersebut melibatkan promkes dan gizi, dimana pendampingan ini nanti menjadi sebuah kolaborasi 3 profesi bersama-sama mendampingi balita stunting dan wasting. Dan juga ibu hamil sejumlah 51 orang.

Sementara, Retno Nur Azizah selaku Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kab Kediri menyampaikan, salah satu upaya agar tidak terjadi stunting pada anak, dengan upaya yang spesifik kegiatan, ada di puskesmas mendorong agar tidak terjadi pernikahan usia dini, dengan memberikan edukasi seperti ini.

Retno juga mengungkapkan, di Kabupaten Kediri rata-rata di 26 kecamatan semua sama. Dengan total keseluruhan angka stunting di kabupaten Kediri prevalensi 11,3 persen, artinya di dalam 100 bayi ada 11 orang stunting.

Kepala Desa Keniten, Arik Suryani mengatakan, kegiatan pendampingan dan penyuluhan ilmu hidup sehat yang dilakukan oleh polkesma selama 1 bulan di warga Desa Keniten. Dengan kegiatan ini, bisa menurunkan angka stunting dan mengurangi resiko kematian ibu dan bayi saat kehamilan.

Dipilihnya desa keniten dilakukan pendampingan dikarenakan angka potensi stunting masih cukup tinggi.

Kegiatan dari pendampingan dan penyuluhan dari Poltekkes Kemenkes Malang, bisa memberikan edukasi kesehatan , serta menyemangati ibu-ibu untuk pola hidup sehat, sehingga bisa menurunkan stunting dan mengurangi resiko kematian anak dan ibu saat kehamilan.(ef)