
Tokyo – Lydia Jacoby dari AS membuat kejutan setelah memenangkan medali emas di final gaya dada putri 100m di usianya yang masih 17 tahun. Perenang itu menjadi perenang Alaska pertama yang memenangkan medali emas renang Olimpiade, ia mengalahkan Tatjana Schoenmaker (perak) dari Afrika Selatan dan favorit juara Lilly King peraih gelar juara Olimpiade Rio 2016.
Kedua orang tua Jacoby yang berprofesi sebagai kapten kapal, awalnya menginginkan Jacoby belajar berenang karena ingin anaknya aman ketika berada didalam air. Namun Sekarang keputusan orang tuanya tersebut membuahkan hasil yang luar biasa saat Jakoby membawa pulang dengan membawa gelar tertinggi Olimpiade.
Waktu yang dilalui Jacoby dalam final kali ini adalah 1:04,95 sedikit lebih lambat dari rekor Olimpiade yang dicetak Schoenmaker di semifinal dua hari yang lalu yaitu 1:04,82. Namun Jacoby mampu menunjukkan keberanian dan semangat untuk memenangkan emas bersejarah bagi dirinya dan negaranya.
“Itu gila. Saya benar-benar bersaing untuk merebut medali ini, saya tahu saya mampu memilikinya, tetapi saya sebenarnya tidak benar-benar mengharapkan medali emas. Namun ketika saya melihat ke papan skor, hal itu membuat saya kegirangan.”kata Jakoby
Dia juga berbicara tentang betapa bangganya dia setelah menjadi juara renang Olimpiade pertama untuk Alaska.
“Ini sangat berarti bagi saya. Banyak perenang – perenang handal dan mereka datang dari klub-klub besar, namun saya berasal dari klub kecil dan negara bagian dengan populasi yang sedikit, ini menunjukkan bahwa Anda bisa saja melakukannya dari mana pun Anda berasal,”tambah Jakoby. (*/red)








