Kapal Motor (KM) Sahra mengalami tabrakan dengan perahu Jolloro di Sungai Pangkajene, Kelurahan Jagong, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (2/4/2022). Diketahui, nahkoda KM Sahra adalah Junaedi (40), warga Pulau Balang Lompo, Kelurahan Mattiro Sompe, Kecamatan Liukang Tupabbiring.
Sementara perahu Jolloro tersebut dinakhodai Saharuddin (50), nelayan asal Pulau Salebbo, Desa Mattiro Walie, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara.ย Wakil Kapolsek (Wakapolsek) Pangkajene, Iptu Giyono membenarkan insiden yang terjadi di Sungai Pangkajene tersebut.
โTelah terjadi peristiwa laka laut KM Sahra (kapal penumpang) yang dinakhodai ABK Junaedi bertabrakan dengan perahu Jolloro yang dinakhodai ABK Saharuddin sekitar pukul 07.30 Wita. TKP di aliran Sungai Pangkajene, Kelurahan Jagong, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep,โ jelasnya.
Iptu Giyono menerangkan, kejadian ini berawal saat posisi kapal KM Sahra dari hulu sungai menuju dermaga pinggir sungai kalibersih, sedangkan perahu jolloro dari arah dermaga pinggir sungai menuju Pulau Salebbo, Desa Mattiro Walie.
โMenurut penumpang kapal Sahra bahwa kapal yang ditumpanginya mengambil posisi ke kiri, sedangkan perahu jolloro tersebut mengambil posisi ke kanan, sehingga KM Sahra dan perahu jolloro tersebut tidak bisa mengendalikan kemudi kapalnya, sehingga bertabrakan dengan perahu jolloro yang mengakibatkan perahu jolloro tersebut terbelah dan tenggelam di dasar sungai,โ terang Iptu Giyono.
โPenumpannya sebanyak 12 orang diselamatkan oleh perahu yang sementara melintas di TKP, sedangkan 1 orang penumpan Jolloro atas nama Alwi sampai saat ini belum ditemukan, masih sementara dalam pencarian oleh Tim SAR dan Pol Air Kabupaten Pangkep,โ tambahnya.
Akibat kejadian laka laut tersebut, satu unit perahu Jolloro ditaksir mengalami kerugian Rp40 juta rupiah.
โMenurut keterangan korban penumpang perahu Jolloro bahwa sekitar 15 menit meninggalkan dermaga tersebut, menuju hulu sungai Pangkajene, tiba-tiba muncul Kapal Papalimbang KM Sahra yang tidak bisa mengendalikan kemudinya, lantaran ada yang mau ke kiri dan ada yang mau ke kanan, sehingga terjadi laka laut di TKP,โ pungkas Waka Polsek Pangkajene.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini satu orang penumpang, Alwi (51) belum berhasil ditemukan. Sementara 14 penumpang lainya dinyatakan selamat dan mendapat penanganan dari Puskesmas Jagong dan sebahagian dirawat di RS Batara Siang.
Berikut nama-nama korban yang dinyatakan selamat dan mendapat perawatan medis:
1. Kaseng (40), Nelayan, alamat Pulau Salebbo, Desa Mattiro Walie,
2. Saki (5), alamat Pulau Salebbo Desa Mattiro Walie,
3. Ahmad (1,5), alamat Pulau Salebbo, Desa Mattiro Walie,
4. Kismawati (30), ibu rumah tangga, alamat Pulau Salebbo, Desa Mattiro Walie,
5. Saharuddin (50) ABK perahu Jolloro, alamat Pulau Salebbo Desa Mattiro Walie,
6. Sahrul (15) pelajar, alamat Pulau Salebbo, Desa Mattiro Walie,
7. Dayu (65), ibu rumah tangga, alamat Pulau Salebbo, Desa Mattiro Walie,
8. Nurmia (40), ibu rumah tangga, alamat Pulau Salebbo, Desa Mattiro Walie,
9. Nurhikma (22), staf Desa Mattiro Walie, alamat Pulau Salebbo,
10. Naila (9), alamat Pulau Salebbo Desa Mattiro Walie,
11. Dewi (22), alamat Pulau Salebbo, Desa Mattiro Walie.








