spot_img
Minggu, April 19, 2026
Beranda Jawa Timur Penemuan Jenazah Mr.X yang di duga Korban Laka Air Pantai Sine

Penemuan Jenazah Mr.X yang di duga Korban Laka Air Pantai Sine

372

Tulungagung – Kamis 9 September 2021 Basarnas Pos SAR Trenggalek bersama Tim gabungan potensi SAR mengevakuasi mayat. Dugaan sementara mayat tersebut merupakan nelayan korban perahu pecah. Sebelumnya mendapat laporan perahu pecah yang hilang di Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Jasad pria dewasa itu petugas temukan dalam kondisi sudah rusak dan membusuk, terjepit di celah batuan karang. Proses evakuasi masih tim Basarnas upayakan, namun posisi jenazah yang ada pada cepitan karang serta deburan ombak saat air pasang menyulitkan petugas. Belum pasti apakah temuan mayat itu adalah satu dari dua nelayan korban perahu pecah yang sebelumnya masih dalam pencarian.

Tim Inafis Polres Tulungagung saat ini juga telah bersiaga di lokasi evakuasi untuk mengidentifikasi jenazah. Selain itu juga mencocokkannya dengan ciri fisik serta sidik jari nelayan korban kapal pecah yang sudah petugas Inafis kantongi. Sosok mayat pria dewasa yang dugaan sementara ini merupakan nelayan korban perahu pecah. Pertama kali yang mengetahui seorang pemancing asal Desa Jengglungharjo yang ada di sekitar lokasi.

“Medannya sangat sulit. Kemarin itu mayat ketemunya sudah sore dan ombaknya besar. Jadi warga tidak berani,” kata Kepala Desa Jengglungharjo Rudi Santoso.

Sebelumnya, Senin (30/8) kecelakaan laut sebuah perahu dengan 5 penumpang nelayan. Nelayan tersebut merupakan pencari lobster asal Prigi Trenggalek di perairan sekitar lokasi penemuan mayat. Perahu yang mereka tumpangi pecah menghantam karang setelah terdorong ombak besar. Tiga nelayan berhasil selamat, namun dua lainnya hilang.

Menurut Rudi, lokasi penemuan mayat itu sulit terjangkau oleh kendaraan bermotor. Untuk menuju lokasi penemuan mayat ini, harus menempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit dari Pantai Ngalur.

“Misalkan nanti evakuasi ternilai menyulitkan dan berbahaya jika lewat atas. Maka opsi keduanya bisa lewat laut,” ujarnya.

Mayat ini berada dalam celah sempit antara bebatuan. Celah bebatuan ini hanya selebar tubuh orang dewasa. Saat air pasang, celah ini biasanya terisi air laut. Untuk melakukan evakuasi mayat ini, jika memungkinkan menggunakan tali dari atas. Jika tidak, maka dengan evakuasi dari laut.(na/red)