Ciamis – Kementerian Perdagangan mendistribusikan 8000 liter minyak goreng curah kepada para pedagang di Pasar Manis Ciamis dan Pasar Subuh Ciamis, Rabu (23/2) siang. Ribuan liter minyak goreng curah didistribusikan langsung dari mobil tangki B 9646 TFU yang siaga di jalan depan Pasar Subuh Ciamis belakang Stadion Galuh Ciamis.
Pendistribusian ini melibatkan petugas Kementerian Perdagangan, Dinas KUMKP Ciamis, dengan pengamaman Satpol PP Ciamis dan kepolisian Polres Ciamis.
Para pembelinya adalah padagang dengan harga Rp 10.500/liter. Dengan melampirkan foto kopi KTP dan menandatangani perjanjian (fakta integritas).
Petugas Dinas KUKMP, Satpol PP dan kepolisian akan memantau langsung apakah minyak goreng curah dijual dengan harga HET atau tidak. Tiap pedagang tidak dibatasi membeli berapa sesuai kebutuhan, minimal 25 liter.
Asda 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Ciamis, H Aef Saefulloh yang memantau langsung pendistribusian minyak goreng curah Rabu (23/2) siang tersebut menyebutkan kegiatan serupa juga akan dilakukan di Pasar Galuh Kawali, Pasar Sindangkasih dan Pasar Banjarsari hingga bulan puasa mendatang.
Pendistribusian minyak goreng curah tidak didistribusikan kepada konsumen atas pertimbangan menghindari kerumunan dan antrian panjang seperti di beberapa daerah.
Pendistribusian minyak goreng curah yang berlangsung Rabu (23/2) tersebut merupakan usulan Pemkab Ciamis kepada Kementerian Perdagangan melalui Gubernur Jabar. Menyusul terjadinya gejolak harga dan langkanya stok minyak goreng curah yang beberapa minggu ini dikeluhkan masyarakat. Tidak hanya di Ciamis tetapi juga terjadi di daerah lainnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah menyampaikan, pihaknya telah merima laporan pengaduan dari masyarakat. Dikatakan Elly Wasliah berkaitan adanya oknum yang menjual minyak goreng kemasan premium tidak sesuai HET menggunakan kendaraan jenis bak terbuka. (red)








