Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Madiun dan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menggelar vaksinasi lintas agama untuk masyarakat umat beragama di Kabupaten Madiundi Pendopo Ronggo Djumeno Kabupaten Madiun di Caruban, Rabu 16 Maret 2022.
Ada 500 dosis dari total 13.000 dosis vaksin. Sisanya akan terdistribusi melalui Puskesmas dengan programnya dari Dinkes juga akan direalisasi ke masyarakat se Kabupaten Madiun.
Ketua FKUB Kabupaten Madiun KH. Mukarromain Ihsan mengatakan, kegiatan Vaksinasi Lintas Agama yang diselenggarakan saat ini adalah sebagai bentuk pertisipasi FKUB Kabupaten Madiun bersama elemen masyarakat agar pendemi segera berakhir.
Ketua PP Muhammadiyah Koordinator Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Agus Taufiqurrahman dalam sambutannya mengatakan, vaksinasi ini menjadi solusi terbaik dalam memerangi pandemi hingga kemudian berubah menjadi endemi. Dirinya berharap kegiatan vaksinasi lintas agama kali ini menjadi langkah kemanusiaan untuk mengatasi pandemi.
Sementara itu Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun Mujahidin menyampaikan, bahwa kegiatan vaksinasi lintas agama kali ini dikerjakan bersama-sama sebagai sesama penta helix, stakeholder antara pemerintah, organisasi sosial keagamaan dan perguruan tinggi. Dengan kegiatan vaksinasi ini beliau berharap dapat segera terbentuk Hard Immunity yang mengarah ke proses endemi. Beliau yakin apa yang sudah dilakukan semuannya akan mempercepat proses Kabupaten Madiun Hard Immunity akan segera tercapai.
Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menjelaskan, bahwa kegiatan vaksinasi kali ini sebagai tindaklanjut vaksinasi sebelumnya karena hingga saat ini vaksinasi di Kabupaten Madiun untuk dosis 1 sudah sampai di angka 80,9%, dan dosis 2 mencapai angka 70,4 %, dan dosis 3 masih pada angka 5,1 %. Namun demikian ini semua akan segera tuntas karena salah satu dalam rangka mengatasi pendemi ini adalah vaksinasi dan protokol kesehatan. Beliau berharap agar masyarakat sadar ikut mendukung program vaksinasi ini. (red)








