spot_img
Sabtu, April 18, 2026
Beranda Jawa Timur Nganjuk – Pecinta Sejarah Nganjuk Gelar Upacara di Tengah Hutan

Nganjuk – Pecinta Sejarah Nganjuk Gelar Upacara di Tengah Hutan

247

Nganjuk – Dalam rangka hari ulang tahun RI ke-76, komunitas pecinta sejarah Nganjuk menggelar upacara di tangah hutan dengan maksud mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Selain itu, dalam upacara ini peserta membawa foto para pahlawan.  Dalam upacara yang dilaksanakan di tengah hutan ini, sepatu salah satu paskibraka mengalami kerusakan, namun sang saka merah putih berhasil berkibar.

Mungkin kita biasa melihat upacara hari ulang tahun Republik Indonesia di halaman kantor atau lapangan. Berbeda dengan upacara yang terlaksana oleh komunitas pecinta sejarah Nganjuk. Mereka memilih melaksanakannya di tengah hutan Njalin, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

Tidak hanya itu, para peserta yang mengikuti upacara ini juga membawa foto para pahlawan nasional Indonesia dengan tujuan untuk mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan yang gigih berjuang. Hendaknya, masyarakat yang kini menikmati kemerdekaan berbangga, dengan cara berkiprah  untuk membangun negeri.

Menurut salah satu anggota pecinta sejarah Nganjuk, Amin Fuadi, upacara bendera merah putih di sesuai dengan salah satu visi dan misi komunitas pecinta sejarah Nganjuk. Yaitu, pelestarian alam, sehingga dengan upacara ini dapat mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga hutan dan mahluk yang ada di dalamnya.

Menurut salah satu petugas paskibraka, Rizky Kurniawati, jika di sekola, tidak ada batunya. Lain halnya dengan  pelaksanaan di tengah hutan ini, membuatnya tersandung babatuan sebelum upacara. Hal tersebut membuat sepatu yang ia kenakan mengalami rusak parah.  Untuk mengatasi masalah ini, ia menali sepatunya dengan tali rafia dan berhasil mengibarkan sang saka merah putih. Kendati demikian, ia merasa senang, meskipun di sekolahnya, ia juga merupakan petugas upacara. Upacara yang terlaksana di tengah hutan ini baru pertama kali ia ikuti, sehingga memberikan pengalaman baru.

Usai melaksanakan upacara, kegiatan berlanjut dengan melakukan pelepasan puluhan burung, penanaman pohon, dan pelepasan ikan. Hal tersebut untuk mengembalikan kondisi alami agar mahluk dapat berkembang biak. Secara tidak langsung manfaatnya kembali kepada masyarakat.

(sh)