
Blitar – Aksi nekat dilakukan seorang pencuri kotak amal di sebuah Musala di Kelurahan Nglegok, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Meski di mushola ini terpasang kamera CCTV namun maling tersebut tetap nekad mencongkel kotak amal dan membawa kabur isinya.
Zamroni (46) pengurus Mushola Baituss Salim mengatakan, peristiwa pencurian di mushola tersebut sudah empat kali terjadi. Terakhir adalah pada 16 Agustus 2023 lalu, saat warga di sekitar mushola tengah menggelar malam tirakatan jelang HUT Kemerdekaan RI ke -78.
“Awalnya ketahuan bahwa isi kotak amal itu dicuri, saat kotak amal yersebut hendak dibersihkan. Saat diangkat ternyata sudah kosong dan kondisinya sudah terbuka,” ujar Zamroni, Jumat (18/8/2023).
Zamroni menambahkan, sebelumnya tidak pernah melaporkan ke polisi soal peristiwa pencurian tersebut. Namun karena sudah meresahkan, akhirnya pihak pengurus Mushola melaporkan kejadian ini ke Polsek Nglegok.
“Sudah empat kali ini terjadi. Setelah saya musyawarah dengan pengurus yang lain lalu kita sepakat untuk dilaporkan ke Polsek setempat,” tegasnya.
Zamroni sendiri tidak mengetahui secara pasti isi kotak amal tersebut. Karena biasanya kotak amal baru dibuka setahun sekali jelang bulan Ramadhan.
“Isinya kami belum tahu karena belum dihitung tapi kurang lebih sekitar Rp 200 ribu. Sebelum- sebelumnya isinya sekitar satu juta karena memang kebiasaannya dibuka satu tahun sekali jelang Ramadhan,” imbuhnya.
Pencuri terbilang nekat karena di mushola tersebut sebenarnya sudah dipasang CCTV. Bahkan aksi pencuri juga terekam CCTV dengan jelas.
Dari rekaman CCTV terlihat pelaku memarkir motor di depan pintu samping mushola. Kemudian langsung masuk menuju sudut ruang mushola. Kemudian pelaku terlihat mencongkel kotak amal dengan sebuah tang.
Sementara Kapolsek Nglegok, Iptu Nur Budi saat dikonfirmasi menuturkan, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Kami juga telah meminta keterangan sejumlah saksi,” kata Nur Budi.(sk)








