Bandung – Kelangkaan minyak goreng masih terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, mengatakan bahwa kelangkaan minyak goreng yang terjadi di wilayahnya akibat keterlambatan pasokan.
Menurutnya, Kabupaten Bandung tidak memiliki suplier tetap. Salah satu swalayan yang tidak menyediakan minyak sawit adalah Riau Juction Bandung. Yang tersedia hanya minyak berbahan dasar kedelai atau jagung.
Keterlambatan ini berlaku untuk minyak goreng curah, kemasan sederhana, maupun minyak goreng premium.
Di Kota Bandung terdapat 12 suplier ritel minyak goreng, Kota Cimahi ada 2 suplier dan Bandung Barat ada 1 supllier. Artinya, pasokan untuk Kabupaten Bandung dikirim dari supllier yang ada di Bandung Raya. “Termasuk kita koordinasi dengan supllier yang ada di Bekasi,” ungkap Dicky pada Kamis (24/2/2022). Ia juga mengatakan, kelangkaan minyak goreng juga karena tingkat kebutuhan sangat tinggi.
Pascakebijakan HET (harga eceran tertinggi) minyak goreng yang dulu Rp19.000-20.000 per liter minyak goreng premium, sekarang Rp14.000. (red)








