Tulungagung – Setelah dihantam kenaikan harga kedelai impor, sejumlah produsen tahu goreng di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, mulai kebingungan memperoleh minyak goreng untuk kebutuhan produksi.
Meskipun pemerintah telah memberikan subsidi minyak goreng curah, namun saat ini harganya masih mahal dan tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Harga minyak goreng curah per kilogram mencapai 25 ribu rupiah. Harga tersebut di atas harga yang ditetapkan pemerintah yang mencapai 14 ribu per liter. Selain mahal ketersediaan minyak goreng juga masih langka di pasaran. Para produsen bahkan terpaksa membeli hingga ke luar kota agar bisa tetap memproduksi tahu gorang. Selain itu mereka juga mencari minyak goreng secara online.
Mahalnya harga minyak goreng ini diperparah dengan terus naiknya harga kedelai impor. Akibatnya, keuntungan produsen berkurang hingga 50 persen. Mereka melakukan pengurangan ketebalan tahu beberapa inci untuk menyiasati kondisi ini dan memilih tidak menaikkan harga jual karena khawatir pelangganya tidak mau.
Mereka berharap pemerintah bisa mengontrol harga minyak goreng dan kedelai impor agar produsen tahu gorang bisa tetap berproduksi. (bp)








