
Jakarta – Sejalan dengan program pemerintah yang bertujuan untuk menekan polusi udara di Jakarta, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 26 Rawamangun Jakarta Timur telah mengambil langkah progresif dengan mengubah mesin berbahan bakar menjadi mesin bertenaga listrik.
Proyek ambisius ini, yang diinisiasi oleh perusahaan listrik negara, PLN, bertujuan untuk mendorong partisipasi siswa dalam industri mobil listrik yang semakin berkembang.
Proses konversi mesin ini, yang dikerjakan oleh siswa, telah berjalan selama hampir dua bulan, dan saat ini sudah mencapai 50 persen. Mereka memiliki target penyelesaian dalam tiga bulan. Proses konversi mencakup perubahan pada badan mobil dan sistem kaki-kaki, serta peningkatan tenaga listrik pada bagian mesin. Dengan daya sebesar 75 kilovolt atau 10 kilowatt, mobil ini dapat menempuh jarak sejauh 180 kilometer.
Satu aspek yang menarik adalah upaya untuk menjaga kualitas baterai. Meskipun saat ini tidak menggunakan fasilitas pengisian cepat, sekolah ini telah berkomitmen untuk menjaga ketahanan dan kualitas baterai agar kendaraan listrik tetap efisien dan berdaya tahan.
Rizky dan Windhu, dua siswa yang terlibat dalam proyek ini, menunjukkan semangat tinggi dalam mewujudkan mobil listrik yang ramah lingkungan. “Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam proyek ini dan berkontribusi dalam upaya menurunkan polusi udara di Jakarta,” kata mereka.
Pihak sekolah, di bawah kepemimpinan M. Bakri Akkas, Kepala Sekolah SMKN 26 Jakarta, siap untuk menjawab permintaan yang semakin meningkat untuk konversi motor berbahan bakar menjadi tenaga listrik. Ini adalah langkah positif dalam mendukung visi pemerintah untuk menjadikan Jakarta lebih bersih dan sehat.
Program ini mendapatkan dukungan dari Lasiran, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, yang menyatakan, “Inisiatif ini adalah contoh nyata bagaimana sektor pendidikan dan industri bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan lingkungan yang lebih baik.”
Semoga langkah-langkah berani ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dan membantu mengurangi polusi udara di Jakarta, menjadikan ibu kota ini lebih hijau dan berkelanjutan.








