spot_img
Sabtu, Maret 21, 2026
Beranda Jawa Timur Mbak Cicha Bersama Dinkes Kembangkan Aplikasi Monitoring Ibu Hamil

Mbak Cicha Bersama Dinkes Kembangkan Aplikasi Monitoring Ibu Hamil

257
Sumber : Foto tim liputan MaduTV Nusantara

Kediri – Tim Penggerak PKK bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri kembangkan sistem aplikasi monitoring kesehatan ibu hamil. Aplikasi ini nantinya akan digunakan untuk memantau perkembangan dan data terkait ibu hamil sehinggga akan dapat dilakukan penanganan terhadap ibu hamil beresiko kematian tinggi.

Hal ini disampaikan pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri Achmad Khotib saat evaluasi kinerja Srikandi Biru bersama tim penggerak PKK di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (28/3/2022).

Jika diketahui ibu hamil dengan resiko tinggi, dengan pengembangan aplikasi ini, kata Khotib, maka akan segera dilakukan penanganan dan pencegahan agar dapat menerunkan angka kematian pada ibu.

Angka kematian ibu hamil ini menjadi krusial, lanjut Khotib, karena angka kematian ibu dijadikan salah satu indikator pembangunan manusia. Karena satu kematian ibu mempunyai dampak besar terhadap pertumbuhan anak sebagai penerus bangsa ini.

Menurut Khotib, upaya ini harus terus ditingkatkan. Pasalnya, Maret ini masih terdapat 3 kasus kematian ibu hamil. Satu kasus karena Eklamsi atau kejang selama masa kehamilan ataupun sesaat setelah melahirkan. Dan dua kasus lain masih dalam proses identifikasi penyebabnya.

Sedangkan angka stunting di Kabupaten Kediri mengalami tren membaik yang ditunjukkan dengan penurunan angka stunting dari tahun 2020 di angka 14 menjadi 11,6. Hal ini didasarkan pada bulan timbang. Dengan jumlah sampling yang jauh lebih banya dari tahun sebelumnya yakni hampir 90% bayi yang ada di Kabupaten Kediri ditimbang.

Menanggapi tren positif dalam upaya penurunan stunting ini, Ketua Tim Penggerak PKK, Eriani Annisa Hanindhito mengapresiasi kinerja Srikandi Biru dalam melakukan pendampingan terhadap ibu hamil dan bayi.

Namun, menurut istri Bupati Kediri ini, masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam kinerja Srikandi Biru untuk mencapai target yang ditentukan.

Pihaknya menerangkan dampak stunting ini berbahaya bagi keberlangsungan generasi kedepan. Menurut Mbak Cicha, stunting dapat menghambat pertumbuhan dan mempengaruhi perkembangan otak anak sehingga menyebabkan kemampuan mental dan belajar kurang. Yang pada akhirnya dapat menurunkan prestasi sekolah anak.

Tim penggerak PKK harus tetap berdaya dalam pembentukan karakter bangsa dengan menyiapkan generasi berkarakter kuat dan juga tangguh. Mbak Cicha menambahkan hal ini dapat didukung dengan menggerakkan ekonomi keluarga dengan menumbuhkan semangat kewirausahaan.

Pihaknya juga meminta agar Srikandi Biru terus bersemangat dan berupaya menurunkan angka kematian ibu dan stunting pada bayi. (me)